Menunggu Keputusan Politik, Anggaran Pembangunan PLTN 1,6 Triliun

JAKARTA, JIA XIANG – Pembangunan sebuah PLTN yang bisa memberikan manfaat besar bagi suatu negara seperti Indonesia yang mempunyai wilayah yang sangat luas, hal ini memerlukan dukungan penuh dari pemerintah. Untuk itu biaya pengembangan hingga PLTN siap beroperasi mencapai Rp1,6 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto di gedung BPPT, Jakarta Pusat, Kamis (21/8/14). Saat ini Batan tengah mengembangkan proyek reaktor yang diberi nama reaktor non komersial atau Reaktor Daya Eksperimen (RDE). Namun Kepastian pembangunan RDE pun bergantung pada pemerintah baru, hingga kini rencana RDE masih berada di Bappenas dengan anggaran Rp 1,6 triliun dan menunggu keputusan politik presiden terpilih.

“Pembangunan PLTN saat ini mempunyai hambatan secara politik, artinya PLTN akan segera terealisasi dengan biaya-biaya yang sudah di tentukan jika mendapat persetujuan anggaran dari pemerintah pusat yang disetujui oleh presiden terpilih nantinya,” kata Djarot

Lebih lanjut Djarot menjelaskan bahwa pembangunan PLTN untuk persetujuan dari masyarakat dilakukan survei terutama di mana PLTN itu akan dibangun. Dari hasil survei tersebut sebanyak 60.4 persen masyarakat telah mendukung pembangunan PLTN meskipun saat terjadi setelah kecelakaan di PLTN Fukushima, Jepang, akibat gempa dan tsunami pada 2011, respons warga terhadap pembangunan PLTN langsung merendah. “ diperlukan pendekatan dan penjelasan lagi bahwa PLTN aman dan bermanfaat,” ungkapnya.

Pembangunan PLTN saat ini sudah menyelesaikan tahapan fase satu yaitu tahapan kesiapan infrastruktur untuk penetapan proyek pembangunan PLTN. Hal ini sudah dievaluasi oleh Badan Tenaga Atom Internasional atau Internasional Atomic Energy Agency (IAEA).

Deputi Direktur Jenderal IAEA Alexander Bychkov mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya rencana pembangunan RDE tersebut. Indonesia punya kemampuan dan sumber daya untuk membangun PLTN. “ kami akan membantu Indonesia mengembangkan PLTN terutama Reaktor Daya Eksperimen (RDE), dengan memberikan pelatihan melalui para tenaga ahli yang kompeten. IAEA juga akan memberik dukungan secara teknis maupun bantuan peralatan kepada Pemerintah Indonesia,” ujarnya saat jumpa pers di gedung BPPT. [JX/Sop/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here