Mewujudkan Keinginan Rakyat

Oleh: Iman Sjahputra

Pilkada DKI Jakarta, hari Rabu (19/4/17) memasuki tahap final. Warga DKI Jakarta sudah memberikan suara mereka dari balik bilik-bilik suara.  Tidak heran bila seluruh mata dan perhatian tertuju ke Jakarta sepanjang hari ini, menyaksikan pelaksanaan pilkada DKI putaran kedua.

Pencoblosan selesai, hitung cepat versi lembaga survei juga selesai. Kini, kita tinggal menunggu rekapitulasi penghitungan surat suara resmi dari lembaga resmi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

Yang pasti versi hitung cepat, pasangan calon nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul atas calon petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Setelah semua ini selesai, lalu cerita selanjutnya apa?

Banyak pihak berharap kondisi dan suasana di DKI Jakarta bisa kembali ke suasana normal, tanpa ada rasa curiga, saling tuding, dan intimidasi satu pihak terhadap pihak lainnya. Bahkan Presiden Joko Widodo pun pada hari ini, menegaskan bahwa dirinya yakin Pilgub DKI Jakarta akan berjalan lancar.

Dan memang pelaksanaan pilkada DKI 2017 ini berjalan lancar.  Walau pun pada beberapa hari sebelum hari H, muncul “undangan” bagi warga di luar Jakarta untuk “berwisata” ke Jakarta pada Rabu ini, mengawasi jalannya pelaksanaan pilkada.

Tidak heran pula bila aparat keamanan pun meningkatkan kewaspadaan mereka untuk mencegah datangnya warga dari luar kota masuk ke Jakarta. Bila ada yang melanggar, akan langsung ditindak oleh para anggota aparat keamanan ini.

Dan ternyata hingga hari ini pelaksanaan pesta demokrasi berjalan lancar. Hal ini sesuai pesan  Presiden Joko Widodo  agar tidak ada perpecahan akibat perbedaan dalam Pilgub DKI Jakarta ini. Dengan kata lain, perbedaan pilihan politik jangan sampai memecah belah persatuan kita, tegas Presiden, sebab kita semua bersaudara.

Dan memang semua sudah selesai. Kini segala perbedaan pandangan, pemikiran, dan kecurigaan sebaiknya dibuang jauh. Sudah saatnya kita mengukir kembali persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan kita sebagai bagian dari kehidupan berdemokrasi di Ibu Kota ini.

Membuang segala perbedaan ini, bukan semata tugas kepala daerah baru, tetapi sebenarnya adalah tugas seluruh warga Kota Jakarta. Apalah artinya gubernur yang hebat, jujur, baik, dan berwibawa, bila segala program dan kebijakannya tidak didukung oleh rakyatnya. Semua akan sia-sia, alias kerja tanpa hasil.

Karena itu, gubernur baru, dengan segala program kerja yang disampaikan selama masa kampanye sepatutnya menjadi landasan dalam mewujudkan pula keinginan rakyatnya. Jangan sampai “janji-janji, tinggal janji, bulan madu hanya mimpi”. Artinya janji-janji selama kampanye, hanyalah alat untuk menarik simpatik rakyat. Begitu berkuasa, semua berubah total. Janji tinggal janji, semua hanya mimpi.

Bila memang gubernur baru ingin merangkul seluruh rakyat. Maka rangkulah semuanya tanpa pandang bulu, tanpa ada perbedaan, tanpa ada batas, tanpa ada kesenjangan, tanpa melihat suku, agama dan golongan. Sebab rakyat Jakarta adalah warga Jakarta dan kemenangan gubernur baru itu ditentukan oleh suara rakyatnya. Karena itu, janganlah kecewakan rakyat. Selamat bekerja gubernur baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here