Michelle Obama Tak Calonkan Diri Jadi Presiden AS

Michele Obama (Foto: JX/BBC)

WASHINGTON, JIA XIANG – Masih ingat nama Michelle Obama, mantan ibu negara Amerika Serikat. Tahun lalu ketika pemilihan presiden di negeri Paman Sam, sempat terdengar bahwa dia akan maju mencalonkan diri sebagai presiden AS pada pemilu yang akan datang.

Tampaknya hal itu tidak akan menjadi kenyataan. Sebab Michelle Obama menyingkirkan kemungkinan untuk mencalonkan diri (sebagai presiden AS). Dia menegaskan hal itu dalam penampilan pertamanya di hadapan publik setelah meninggalkan Gedung Putih beberapa waktu lalu.

Dalam acara tanya jawab di sebuah konvensi arsitektur di Orlando, dia menyampaikan komentar pertamanya di depan publik, beberapa hari setelah suaminya Barack Obama mantan Presiden AS tampil di sebuah universitas di Chicago.

Michelle Obama meraih tingkat popularitas 68% (lebih tinggi 10% dari suaminya) ketika meninggalkan Gedung Putih, tetapi dia mengatakan  “politik itu keras”.

“Itu semuanya baik dan bagus sampai Anda mulai mencalonkan diri, dan kemudian ancaman pun berdatangan,” ujarnya.  “Saya tidak akan meminta anak-anak saya untuk melakukannya lagi karena ketika Anda mencalonkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi, itu tak hanya Anda. Tetapi seluruh keluarga Anda.”

Tetapi menjadi  “pelayan publik selalu ada dalam darah kami”, tambah dia. Meskipun Michelle Obama telah menurunkan ambisi politiknya  ketika menjadi ibu negara. Dan penampilannya itu adalah yang  pertama sejak kampanye pemilihan presiden lalu, ketika dia secara luas dipandang sebagai senjata yang paling efektif bagi kekuatan Demokrat.

Dia tidak secara terbuka membahas tentang Presiden Donald Trump dengan menyebut namanya selama acara yang berlangsung selama 45 menit itu, tetapi dia menyinggung tentang “presiden baru” yang telah menjabat selama 100 hari pada Sabtu (29/4/17) ini.

“Sejauh ini, cukup bagus,” kata Michelle Obama, ketika ditanya tentang 100 hari terakhirnya bersama keluarga, termasuk liburan dengan kapal pesiar di dekat Tahiti.

Dia menggambarkan bagaimana anjing-anjingnya   kebingungan dengan suara bel pintu, yang tidak pernah didengar ketika di Gedung Putih. Dan bagaimana saat ini dua anak perempuannya dapat membuka jendela mereka.

Dia juga menggambarkan bagaimana dia berusaha keras agar tidak menangis ketika meninggalkan tempat yang paling lama ditinggalinya selama hidupnya, dengan mengatakan :”Saya tidak ingin ada air mata di mata saya karena orang-orang akan dapat mengumpat bahwa saya menangis karena presiden baru.”

Sebelumnya, Obama berupaya untuk tidak menonjolkan diri sejak pemilu, tetapi mereka masing-masing menulis memoarnya secara terpisah untuk buku dengan nilai kontrak 40 juta dollar AS atau sekitar Rp533 milliar.

Barack Obama mendapatkan kritik dari rekannya di Demokrat setelah menerima honor 400.000 dollar AS atau sekitar Rp5,3 miliar untuk memberikan ceramah di sebuah perusahaan investasi Wall Street.

Senator progresif  Elizabeth Warren, yang dipandang mungkin untuk menjadi kandidat presiden pada 2020, mengatakan dia “mengalami kesulitan” dengan keputusan Obama. Senator Bernie Sanders, yang merupakan bakal calon presiden partai Demokrat pesaing Hillary Clinton, mengatakan pidato Obama “tidak disukai” seperti disampaikan dalam laporan Vermont Independent. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here