Militer Tiongkok Ingin Unggul di Ruang Angkasa

BEIJING, JIA XIANG – Militer Tiongkok belakangan ini semakin serius memikirkan tentang kemungkinan perang di masa depan dan memenanginya- di ruang angkasa. Beberapa tahun belakangan ini, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok sudah banyak mengivestasikan upaya kekuatan militer yang berbasis di ruang angkasa, baik insfrastuktur maupun persenjataan.

Tidak heran bila PLA pun  meninjau ulang kebijakan strategis mereka tentang kemampuan perang masa depan itu, sebagai gambaran akan kemampuan baru mereka. Ambisi Tiongkok ini pun dipublikasikan di berbagai media pemerintah.

Terminologi yang digunakan PLA adalah spaceflight dream or space dream. Dan istilah ini digunakan sesuai dengan kebijakan umum Impian Tiongkok dan Impian Kekuatan Besar yang menjadi dasar bagi mereka untuk menjadi unggul di masa depan.

Biasanya rezim yang sekarang ini tetap merendah bila berbicara dalam rancangan militer di ruang angksa. Tetapi bulan September 2008 , setahun setelah Tiongkok sukses ujicoba pertama peluru kendali anti satelit, seorang Jenderal PLA, Xiong  Guangkai justru mengklaim bahwa Tiongkok dengan tegas menentang   militerisasi ruang angksa.

Xiong mungkin harus menelan kembali ucapannya. Dalam sebuah artikel opini yang dipublikaikan 12 Maret lalu di China National Defense News, alat publikasi resmi militer Tiongkok, menyebutkan bahwa ruang angkasa kemungkinan menjadi misteri  “panggung teater utama operasi” yang menjadi penting dalam meraih kemenangan.

Militerisasi ruang angkasa tidak saja berarti bahwa tentara Tiongkok dan kendaraan perangnya bisa terkoordinasi lebih baik, tetapi juga juga memiliki peluang lebih besar untuk mengambil alih perang dari musuh-musuhnya. Hal ini menyangkut apa yang mereka sebut “gerbang_gerbang pembunuhan” dan “kartu truf” terbaik, yang sebenarnya dua istilah itu untuk  mengilustrasikan kesuksesan mereka mengembangkan peluru kendali anti satelit tersebut.

Menurut laporan terbaru dari Institute on Global Conflict and Cooperation (IGCC) University of California,  ruang operasi akan memainkan peran penting dalam kebijakan PLA mengenai anti-akses dan strategi penolakan.  Hal ini  akanmenciptakan  kotak-kotak  besar bagi AS di laut dan udara  tanpa batas atau pasukan sekutunya  dalam konflik terbatas.
Menurut laporan IGCC, kondisi tersebut sebenarnya mencatat adanya perbedaan yang berarti antara PLA seharusnya  berdoktrin  “defensif” dan sikap ofernsif militernya. Dan  setiap dukungan militer AS atau penempatan pasukan akan dianggap PLA sebagai tindakan yang bisa menjadi dasar untuk serangan pra- emptive. [JX/theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here