Minggu Kedua Film “Kung Fu Panda 3” Raup 101 Juta Dollar AS

BEIJING, JIA XIANG – Keberhasilan film Kung Fu Panda 3 menegaskan kembali pentingnya penjualan tiket di Tiongkok bagi Hollywood, yang semakin banyak menggunakan cerita dan karakter Tiongkok sebagai daya penarik di pasar di negara itu.Pada hari pembukaannya, film ini meraup lebih dari 16 juta dollar AS, dan pada akhir minggu kedua, penjualan karcis naik menjadi lebih dari 101 juta dollar AS. Penonton berbondong-bondong ke bioskop pada hari raya Imlek, ketika penjualan tiket mencapai lebih dari 100 juta dollar AS.
Paul Dergarabedian, Media Analyst Senior ComScore, mengatakan, “Banyak studio dan pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis hiburan berusaha menyesuaikan diri dengan Tiongkok, dengan perusahaan Tiongkok, dengan kemitraan strategis atau membuka studio di negara itu. Jadi strategi multilevel ini saya rasa adalah cara terbaik untuk bermitra dengan Tiongkok, karena itu sangat penting bagi pasar film.”
Tiongkok adalah pasar film terbesar kedua di dunia, dan diperkirakan akan menggantikan AS sebagai pasar film terbesar dalam waktu satu tahun. Penjualan karcis bioskop di Tiongkok tahun lalu mencapai 6,68 miliar dollar AS, naik 48,7 persen dari tahun sebelumnya.
Alur cerita dan karakter yang akrab dengan penonton adalah salah satu alasan kesuksesan itu, demikian menurut Yifan Li (18 tahun). “Sebagai orang Tionghoa, film itu rasanya lebih akrab. Saya merasa saya bisa melihat banyak unsur yang sangat dekat dengan saya,” katanya.
Studio film Dreamworks membuat dua versi Kung Fu Panda 3 untuk penonton Tiongkok; satu dengan sulih suara dan satu lagi dengan animasi yang diubah agar lebih sesuai dengan versi bahasa Mandarin. Di Amerika Serikat, tujuh bioskop menayangkan film itu dalam bahasa Mandarin dan Inggris.
Rilis global Kung Fu Panda 3 juga waktunya tepat sebelum Imlek ketika penjualan karcis bioskop melambung di Tiongkok. Bahkan tanpa unsur Tiongkok pun, siswa SMA, Jiaxuan Zhao mengatakan, dia masih akan menjadi penggemar film itu. “Bagi saya,” kata Jiaxuan, “Saya masih berpikir film itu akan berhasil walaupun sesuatu yang lain. Saya masih akan suka film tanpa unsur Tiongkok.”
Kung Fu Panda 3 adalah hasil produksi bersama Dreamworks Animation dan perusahaan Shanghai Oriental Dreamworks. Dengan kerja sama ini, film tersebut digolongkan film produksi lokal dan bisa menghindari pembatasan yang diberlakukan bagi film impor, seperti masa tayang 30 hari. Kung Fu Panda 3 juga mendapat izin tayang di bioskop selama hari raya Imlek, ketika sebagian besar film asing dilarang diputar di negara itu.
Beberapa studio Hollywood lainnya telah bermitra dengan rumah produksi asal Tiongkok, dan tahun lalu konglomerat negeri itu, Wanda Group membeli saham mayoritas Legendary Entertainment, menjanjikan kolaborasi lebih lanjut.
Tahun ini, film The Great Wall akan menampilkan bintang Amerika Serikat, Matt Damon, dan bintang Hong Kong, Andy Lau, sebagai aktor utama. Film ini juga akan diarahkan sutradara asal Tiongkok, yang menggarap film berbahasa Inggris pertamanya. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here