Minuman Beralkohol Dipastikan Tak Diperjualbelikan Di Mini Market

Di mini market tak lagi bisa ditemui minuman beralkohol. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Peredaran minuman beralkohol dipastikan tidak didistribusikan di toko pengecer atau mini market oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Provinsi DKI Jakarta Irwandi. Tempat yang menjual minuman beralkohol itu sangat terbatas, seperti di tempat perbelanjaan besar.

“Kalau di mini market sama sekali dilarang.  Hanya di supermarket  yang berizin bisa menjual minuman beralkohol,” kata Irwandi melalui pesan singkatnya, Senin (23/5/16).

Hal ini sesuai dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang menegaskan bahwa penjualan minuman beralkohol di tempat perbelanjaan besar masih diizinkan.

Ahok, sapaan karib Basuki menegaskan aturan peredaran minuman beralkohol di Ibukota sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum.

Dalam Perda tersebut, Ahok menegaskan tidak ada penyebutan larangan minuman beralkohol tapi peredarannya di tempat perbelanjaan dibatasi dan diawasi oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Boleh saja (Minuman beralkohol), asal dibatasi dan ada (syarat) umurnya,” pungkas Ahok di Balai Kota Jakarta, pada hari yang sama.

Diketahui sebelumnya, Menteri Perdagangan telah mengeluarkan Permendag No.06/M-DAG?PER/1/2015 tidak memasukkan redaksional Mini Market dan toko pengecer sebagai tempat dimana minuman beralkohol tipe A (berkadar ethanol kurang dari lima persen).[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here