Moutai, Dulu untuk Cuci Kaki, Kini untuk Jamuan Kenegaraan

Tempat penyulingan Moutai. (Foto: JX/Xinhua)

BEIJING, JIA XIANG – Salah satu dari sekian banyak rumor tentang Tentara Merah yang tidak diceritakan dalam epik Long March (1934-1936) adalah apakah mereka membasuh kaki dengan Moutai, minuman beralkohol khas negara itu? Padahal sekarang Moutai resmi disajikan di setiap jamuan kenegaraan.Harrison E. Salisbury, penulis dan wartawan dari Amerika Serikat, dalam karyanya berjudul The Long March; The Untold Story menjelaskan bahwa “Sebuah legenda mengatakan bahwa para Tentara Merah, laki-laki yang masih muda belia tidak tahu apa itu Maotai (Moutai). Tidak heran bila mereka menuangkan minuman keras untuk membasuh kaki mereka yang terasa lelah dari dalam toko, akibatnya selokan di jalan sepanjang toko-toko itu penuh dengan minuman beralkohol. Minuman itu pun mengalir dari toko-toko itu hingga masuk ke selokan dan akhirnya ke sungai.”
Harrison tidak pernah bergabung dalam Long March itu, tetapi di menyusuri rute Long March, sepanjang 7.400 mil, sekitar setengah abad kemudian (tahun 1984). Mungkin penjelasan itu bisa hanya kabar angin.
Tapi pada tahun 2002, volume pertama sebuah karya Sastra Partai Komunis Cina, yang pada dasarnya adalah jurnal akademis dari Komite Pusat Partai Komunis Cina, menerbitkan sebuah artikel untuk membantah rumor tersebut dengan mengutip surat yang ditulis antara Jenderal Zhang Aiping, salah seorang peserta di Long March , dan Yang Zhiguo, Direktur Honglongmeng Distillery Co Ltd, Sichuan.
Tulisan bantahan tersebut menjelaskan bahwa tidak ada minuman keras di kolam pembuatan bir, dan leher botol terlalu sempit untuk menempatkan kaki. Selain itu, penduduk setempat pada waktu itu suka “mencuci kaki dengan spirit yang kuat” untuk mendapat cuaca baik dan produksi minuman keras lebih lancar.
Tapi keraguan masih tetap ada. Pertama-tama, apakah para prajurit menggunakan minuman keras untuk mencuci kaki mereka atau hanya menggosok kaki mereka yang luka akibat melepuh? Kedua, jika mereka benar-benar mencuci kaki, maka dalam situasi apa, atau apakah sebelumnya mereka tahu itu Moutai?
Dalam sebuah dokumen lain sejarah itu bisa menjadi wawasan baru. Janderal Long March, Geng Biao (1909-2000), dalam memoarnya menulis: “Beberapa tentara membeli Moutai untuk menyegarkan diri, beberapa diantara mereka menggunakannya untuk digosok pada kaki mereka supaya mengendurkan otot-otot dan merangsang sirkulasi darah.”
Letnan Jenderal Lou Yuanfa (1910-2010), saksi sejarah lainnya pernah mengatakan, tentara juga menggunakan minuman itu dengan keyakinan untuk mensterilkan luka di kaki mereka, yang mungkin telah membusuk akibat cuaca lembab.
Pada tanggal 16 Maret, 1935, ada pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Wang Jiaxiang, Direktur Departemen Politik Umum Tentara Merah. Pemberitahuan itu berbunyi: “Ini salah satu kewajiban kami untuk melindungi perkembangan industri nasional Moutai, yang memenangkan penghargaan internasional, telah membuat orang-orang Cina bangga. Tentara bisa membeli minuman keras di penyulingan dengan harga yang adil, tapi ingat untuk melindungi dan tidak merusak setiap fasilitas penyulingan Moutai seperti kompor anggur, gudang, guci dan botol. ”
Oleh karena itu, kita dapat melihat Tentara Merah adalah tentara rakyat dengan disiplin yang ketat dan derajat kesadaran politik yang tinggi dan juga bagian dari alasan mengapa mereka telah mencapai kemenangan revolusi dan memenangkan hati dan pikiran rakyat. [JX/chinadaily/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here