Mudik Lewati Purwakarta hingga Cirebon, Jangan Lupa Bawa Oleh-oleh Khas di Sana

JAKARTA, JIA XIANG – Menjelang Lebaran, sebagian besar warga Jakarta dipastikan berlibur atau merayakannya di kampung halaman masing-masing. Kebanyakan mengarah ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Maka tak heran, dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri, kendaraan yang ditumpangi warga yang hendak mudik, baik sepeda motor, mobil dan bus angkutan umum, memadati jalan yang menuju ke kota-kota di empat provinsi tersebut.

Bagi pemudik dari Jakarta ke arah Jawa Tengah melalui jalur pantai utara Jawa, tentu akan melintas banyak daerah di Jawa Barat, seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, Indramayu dan Cirebon. Masing-masing kota memiliki kekhasan yang menarik untuk oleh-oleh sepulang liburan.

Di daerah Purwakarta terdapat makanan untuk cemilan. Namanya simping. Mungkin makanan ini terdengar asing di telinga banyak pelancong. Makanan ini merupakan kue kering yang berbahan dasar dari tepung beras. Bentuknya bundar, tipis, berwarna putih. Pada awalnya, simping hanya punya satu cita rasa dengan aroma kencur yang menggugah selera.

Kini, para perajinnya semakin kreatif membuatnya agar konsumen tidak bosan dan memiliki pilihan cita rasa. Ada simping rasa bawang, nangka, pisang, pandan, coklat dan keju. Dikemas dalam plastik dengan jumlah yang memadai, simping dipasarkan dengan harga yang masih sangat terjangkau, yakni kisaran Rp 10.000 hingga Rp 15.000.

Masih di Purwakarta, ada kawasan perajin keramik. Letaknya di Plered, satu kecamatan berada di wilayah selatan Kabupaten Purwakarta. Plered sudah sejak lama dikenal sebagai sentra industri keramik. Diperkirakan kerajinan keramik di sini sejak tahun 1904.

Pera perajin keramik membuatnya dengan berbagai ukuran. Ada yg mungil, sedang sampai yang besar dengan beragam aneka rancangan. Untuk menuju ke sini dapat ditempuh dari Jakarta melalui jalan tol Cikampek – Purbaleunyi dengan jarak tempuh berkisar 1,5 – 2 jam perjalanan.

Ketika perjalanan mengarah ke Cirebon, sebelum tiba di kota yang kondang dengan julukan kota udang ini, terlebih dulu melewati Kabupaten Indramayu. Yang khas dari sini adalah buah mangga. Hingga kini banyak yang menyebut Indramayu sebagai penghasil mangga. Sebab, warga di sini selain menjadi petani padi juga berkebun pohon Mangga.

Kondang dengan sebutan Mangga Indramayu, buah ini sudah dikenal di seantero Indonesia. Kendaraan yang melintas jalur pantai utara ke Cirebon, pasti melalui kawasan bernama Lohbener. Selepas pertigaan Lohbener, segera tampak jejeran kios para pedagang Mangga Indramayu mananti pembeli yang akan memborong buah ini sebagai oleh-oleh di kampung halaman.

Setelah melalui Indramayu menuju Cirebon, maka terlebih dulu memasuki kawasan Plumbon. Di sini jangan dilewatkan begitu saja. Carilah sentra batik khas Cirebon, yakni batik trusmi.

Di sentra batik ini tersedia busana khas Cirebon, baik masih berupa bahan maupun yang sudah menjadi busana. Batik Trusmi memiliki ciri khas batik pesisiran dengan keunikannya berupa motif dan warna yang tentunya berbeda dengan batik lain di Indonesia. Keindahannya telah dikenal luas hingga ke mancanegara sehingga menjadi satu kebanggaan bagi masyarakat Cirebon.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here