Mungkin Cina Marah, Trump Bicara dengan Presiden Taiwan

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen (Foto: JX/VOA)

WASHINGTON, JIA XIANG – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump,   Jumat (2/12/16)  berbicara langsung lewat telepon dengan presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Ini adalah peristiwa yang belum pernah terjadi selama puluhan tahun, dan kemungkinan besar akan membuat marah pemerintah Cina.

Tidak jelas apakah percakapan telepon antara Trump dengan Tsai Ing-wen,  merupakan usaha sengaja untuk melepaskan kebijakan resmi Amerika Serikat (AS) dalam  mengakui hanya satu negara Cina.

Tapi yang jelas, hal itu akan membuat marah Cina, yang dijadikan banyak bahan pidato bombastis oleh Trump dalam masa kampanye pemilihan yang lalu. Juga banyak orang khawatir bahwa Trump sedang membuat terobosan kebijakan luar negeri yang sangat berbeda dengan yang selama ini berlaku.

Cina menganggap Taiwan sebagai provinsinya,  yang suatu hari nanti akan kembali dipersatukan dengan Cina daratan. Namun tiap langkah AS  yang mencerminkan dukungan bagi kemerdekaan Taiwan pastilah akan memicu kemarahan Cina.

Trump dan Tsai mencatat “hubungan erat dalam bidang ekonomi, politik dan keamanan” antara AS dan Taiwan, menurut pernyataan yang dikeluarkan kantor presiden terpilih itu.

Presiden terpilih Trump juga mengucapkan selamat kepada Presiden Tsai yang dilantik untuk jabatan itu bulan Mei lalu.  Pejabat Gedung Putih mengatakan, pemerintah AS yang sekarang tidak mengubah sikapnya tentang hubungan dengan Taiwan.

“Tidak ada perubahan dalam kebijakan kita tentang hubungan Cina-Taiwan,”  kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne kepada wartawan. “Kami akan tetap mempertahankan ‘politik satu Cina’.  Dan kepentingan kita adalah adanya hubungan yang damai dan stabil antara kedua negara itu.”

AS  memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan tahun 1979 dan mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintah Cina, tapi tetap mempertahankan hubungan tidak resmi yang bersahabat dengan Taiwan. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here