* DAPATKAN DISCOUNT 50% MAKAN DI RESTAURANT KOWLOON KELAPA GADING * Tepung Tapioka, Tepung Berkualitas Produksi PT. Bumisari Prima (Strach Factory)* RASAKAN KENIKMATAN MIE ASLI PEMATANGSIANTAR DANAU TOBA

Nasi Campur Gang Kenanga yang Melegenda

0

Jia Xiang – Bila Anda ingin makan nasi campur dengan porsi besar, maka Anda harus mampir ke Rumah Makan Kenanga yang berada di Jalan Boulevard Raya Blok LA6 No. 4, seberang Gading 21 Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Porsinya yang besar bisa menjadikan menu nasi campur ini menjadi pilihan favorit.

Penyajian nasi campurnya terlihat “royal” dengan irisan daging dan sate ditambah kuah yang gurih.
Rasa dari panggangan daging dan satenya sangat gurih membuat para pecinta santapan nasi campur selalu ingin kembali mencicipinya. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal untuk satu porsi nasi campur, mengingat porsinya yang besar.
Rumah makan yang berdiri  sejak dari tahun 1960 ini memang menjadi kenangan banyak orang Jakarta, terutama     yang pernah tinggal di kawasan Jakarta Pusat,  khususnya di daerah Senen dan sekitarnya. Berawal di daerah Senen  di Jalan atau Gang Kenanga, Jakarta,  rumah makan ini dulu adalah sebuah kedai untuk tempat minum kopi. Lalu berkembang menjadi rumah makan dengan menu special nasi campur.
“Makanan seperti itu dulu begitu popular,  karena waktu itu di daerah tersebut mayoritas dihuni orang Tionghoa dan Belanda,” ujar Lisa,  anak bungsu pemilik Rumah Makan Kenanga di Kepala Gading, Jakarta Utara itu.
Lisa menjelaskan,  pada awalnya rumah makan yang menyediakan nasi campur ini diolah oleh Popo (Buyut), lalu berkembang  turun-temurun kepada anak  dan cucu.  “Resep nasi campur ini dipegang oleh keluarga saja,  tidak bisa keluar dari keluarga,  karena mungkin akan beda jika keluar dari keluarga. Makanya usaha nasi campur yang ada di berbagai tempat di Jakarta itu semua keluarga,“ katanya.
Sekarang Rumah Makan Kenanga ini sudah menjadi kenangan tersendiri bagi orang-orang yang pernah merasakan atau menjadi pelanggan sewaktu  masih berlokasi di jalan Kenanga,  sekitar  1960-an. Ada beberepa pelanggan yang datang dan menceritakan bahwa mereka pernah mampir di rumah makan itu ketika masih berlokasi di Gang Kenanga, Senen. “Ini menjadi kenangan mereka tersendiri,” ujar Lisa.
Gang Kenanga, kini tinggal kenangan.  Sudah tidak tampak bekas-bekas keistimewaan wilayah itu.

Bangunan hotel yang kokoh dari beton kini sudah banyak berdiri di sana.  Berbagai makanan yang dulu pernah terkenal sudah tak tampak juga. Yang ada kini hanya tinggal cerita. Tetapi berbeda dengan nasi campur Kenanga.  Boleh saja kawasan itu lenyap,  tetapi nasi campurnya tetap melegenda. Bahkan menjadi besar dengan berbagai cabang di mana-mana.
Menurut Lisa, rumah makan Kenanga kini memiliki beberapa cabang di Jakarta dengan nama sedikit berbeda.  Ada rumah makan Putra Kenanga dan Putri Kenanga semua dikelola oleh  saudara,  kakak dan adik.  ”Rumah makan Putra Kenaga mempunyai cabang sendiri dan rumah makan Putri Kenanga juga sama,  mempunyai cabang sendiri. Jadi berapa cabang yang ada? “Saya rasa banyak  ya,” kata Lisa.
Jadi jika Anda pernah atau ingat rumah makan yang berlokasi di Gang Kenanga,  Senen, maka sempatkanlah  mampir  di Rumah Makan Kenanga. Jika Anda menemui rumah makan nasi campur yang ada di Kelapa Gading, maka ini adalah sama dengan yang di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru,  Jakarta Selatan,  kemudian di Pintu Air, Jakarta Pusat.  [Vis/E4/D9]

Share.

About Author

Leave A Reply