Natal, Tindakan Intoleran Jadi Sorotan

Kupang, Jia Xiang – Dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, masih ditemukan adanya tindakan intoleran yang mengancam kerukunan.

Pesan Natal 2013 yang disampaikan Persatuan Gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Senin (23/12/13) menyatakan tindakan intoleran itu antara lain masih ada pihak-pihak yang menghembuskan isu mayoritas dan minoritas di tengah-tengah masyarakat. Pihak-pihak ini memiliki kepentingan kekuasaan yang secara sistematis hadir dalam berbagai bentuk.

Menurut PGI, saat ini kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia masih saja diterpa badai korupsi yang semakin menggurita, serta tindakan-tindakan intoleran yang mengancam kerukunan hidup bergama dan antarumat beragama di republik yang Pancasialis ini.

Dalam siaran persnya, PGI dan KWI juga mengemukakan bahwa masyarakat menyukuri bahwa konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Hal itu seharusnya benar-benar ditegakkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga toleransi dan keharmonisan antar umat benar-benar terjaga.

PGI dan KWi juga menyoroti soal perusakan alam melalui cara-cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan, seperti kurang peduli terhadap sampah, polusi, dan lingkungan hijau, maupun dalam bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusak lingkungan.

Selain itu, masih ada juga hal yang mencemaskan bangsa saat ini, yakni kejahatan korupsi yang semakin menggurita. Usaha pemberantasan sudah dilakukan dengan tegas dan tak pandang bulu, tetapi tindakan korupsi yang meliputi perputaran uang dalam jumlah yang sangat besar masih terus terjadi.

Bukan itu saja, hal yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan bahwa integritas moral para pemimpin bangsa ini kian hari kian merosot. Disiplin, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan.[Ant/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here