Nicky Hayden Tinggalkan Kenangan Indah

Nicky Hayden (Foto: JX/Cylcenews)

LONDON, JIA XIANG – Siapa yang menyangka seorang pembalap motor mengakhiri hidupnya bukan di arena balap, tetapi justru akibat kecelakaan ketika sedang bersepeda. Itulah yang dialami oleh pembalap MotoGP Nicky Hayden. Akibat kecelakaan itu dia menghembuskan nafas terakhir.  

Hayden meninggal dunia pada usia 35 tahun, lima hari setelah tabrakan dengan mobil ketika dia bersepeda di Italia. Dia tak lagi bisa membalap, tapi tetap menjadi salah satu pembalap yang paling populer di MotoGP.

Balapan tampaknya sudah mendarahdaging dalam diri Hayden. Tidak  heran bila dia mulai bertalih balapan di halaman belakang rumah ketika dia masih kecil. Dia  dan saudaranya menghabiskan berjam-jam membalap di sirkuit buatan di rumahnya ketika berusia tiga tahun

Akhirnya dia pun mampu meraih gelar juara dunia yang disaksikan oleh ayah sambil menangis bahagia. Itulah Nicky Hayden, balap motor dan keluarga, dua hal yang tidak bisa dilepaskan dalam  kehidupan.

Nicky Hayden dibesarkan di keluarga yang gemar olahraga motor. Dia tinggal di Kentucky, Amerika Serikat (AS) – rumah bagi tujuh pembalap Nascar dan aktor Johnny Depp.

Latihan membuatnya semakin lihai. Dia adalah satu di antara enam pebalap yang meraih gelar juara MotoGP di abad ini. Heyden memberikan salah satu momen babak final yang paling mengesankan saat dia mengalahkan Valentino Rossi menuju gelar juara tahun 2006.

Saat berkisah tentang dirinya, beberapa waktu lalu Hayden mengatakan: “Ketika saya kecil, saya tidak ingin menjadi petugas pemadam kebakaran atau apapun – saya hanya ingin jadi juara dunia. Ide tentang tumbuh besar menjadi juara dunia, tampaknya jauh sekali. Tetapi bermimpilah setinggi-tingginya, dan mimpi itu bisa menjadi kenyataan.”

Heyden bersama dua saudara laki-lakinya Tommy dan Roger, menjadi pembalap profesional setelah bertahun-tahun berlatih di Earl’s Lane – nama rumah mereka di Owensboro, dekat Sungai Ohio, AS.

Bukan kebetulan bahwa ketiganya menjadi pembalap profesional. Ayahnya, Earlm adalah pembalap off-road selama lebih dari 20 tahun, dan ibunya Rose bersama saudara perempuannya, Jenny dan Kathleen, juga berkompetisi.

“Saya tumbuh ke dalamnya, sepeda motor lebih dari sekadar pekerjaan untuk kami, ini adalah cara hidup,” kata Hayden pada BBC pada tahun 2013.  “Ketika saya meraih gelar (dunia), saya pergi ke pit box sebelum acara pemberian penghargaan, dan ada spanduk bertuliskan, ‘Nicky Hayden, Juara Dunia,’ dan saya tak bisa menahan air mata. Orang tua saya merelakan banyak hal, dan ada juga halangan, kesedihan, dan terkadang terasa sakit. Jadi Anda pasti harus siap untuk sedikit menderita. Bukan melulu balapan yang besar.”

Keluarga tetap menjadi yang utama untuk Hayden, yang sering melakukan perjalanan jauh kembali ke Kentucky dari Eropa untuk menghabiskan waktu bersama mereka.

Dia menyebut Springfield TT 2001 – sebuah balapan sepeda motor yang menempatkan ketiga bersaudara itu di podium – sebagai salah satu prestasi terbesarnya, terlepas dari kenyataan bahwa Tommy yang sebetulnya menang.

Biografi di Twitternya hanya ada tiga kata yang merangkum hidupnya: “Motor dan keluarga.”

Nicky Hayden rayakan kemenangan setelah menjuarai MotoGP 2006. (Foto: JX/Sky Sports)

Keramahan Hayden

Dengan senyuman lebar, Hayden populer di seluruh dunia karena keramahannya dan juga kecepatannya.   Mantan rekan satu timnya, Valentino Rossi menyebut Hayden “salah satu teman terbaik saya di balapan” awal pekan ini.

“Dia tidak pernah berubah, sejak pertama saya bertemu dengannya ketika berusia 17 tahun hingga menjadi juara dunia,” kata mantan komentator BBC Steve Parrish. “Dia sangat santai. Dia memiliki tahun yang menakjubkan ketika dia memenangkan kejuaraan – Saya tidak pernah melihat orang yang lebih gembira ketika memenangkan sebuah gelar (seperti dia).”

Bahkan, tulis wartawan BBC itu, ayahnya naik ke belakang sepedanya, mereka sama-sama menangis. Itulah ingatan utama tentang Nicky yang dia ingat. Itu adalah foto sebuah mimpi – dia meraih gelar terhebat dalam balap motor. “Saya tidak pernah mendengar ada yang mengatakan hal buruk tentang dia. Itu hal yang tidak biasa dalam balapan, kebanyakan pembalap pada satu waktu atau lainnya memiliki adu mulut dengan pembalap lain,” tambahnya

Dia meninggalkan MotoGP pada akhir 2015 untuk bergabung dengan Honda dalam World Superbike dan balapan di Italia pada pekan yang sama.  Tahun lalu, dia bertunangan dengan kekasihnya, aktris Jackie Marin, yang menemaninya di rumah sakit bersama Rose dan Tommy.

Mantan pembalap MotoGP James Toseland mengatakan, “tidak ada yang lebih baik dalam olahraga ini (selain dia). Saya menghargai dia sepenuhnya. Dia selalu yang pertama berada di trek pada setiap uji coba, dan yang terakhir pergi.”

Menurut Toseland dia adalah pria dengan begitu banyak dedikasi, semangat, dorongan dan motivasi dan begitu rendah hati dengan semua itu, bahkan setelah menjadi juara dunia. Itu tidak pernah mengubahnya sedikit pun.

“Nicky adalah bintang yang bersinar di antara tiga saudara laki-laki yang sukses, tapi jika Anda berada di sebuah bar dengan ketiganya, Anda tidak akan tahu itu. Mereka semua begitu dekat.  Gelas selalu setengah penuh dengan dia. Dia memiliki kepercayaan diri dan kepribadian yang ambisius,” tambah Toseland. “Prestasi terbesarnya bukanlah piala yang didapat, atau kejuaraan, tapi rasa hormat yang diperolehnya dari rekan-rekannya. Cara orang berbicara tentang Nicky Hayden menggambarkan banyak hal tentang orang seperti apa dia.”  [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here