Nobel Kedokteran Diraih Dr Yoshinori Ohsumi dari Jepang

Dr Yoshinori Ohsumi (Foto: JX/Rtr)

LONDON, JIA XIANG – Komite Nobel mengumumkan bahwa Hadiah Nobel Kedokteran 2016 diberikan kepada ahli biologi dari Jepang, Yoshinori Ohsumi.

Dia dianggap berjasa atas penemuannya tentang degradasi dan daur ulang sel dalam proses yang disebut sebagai autofagi. Penemuan Dr Ohsumi ini dianggap penting karena membantu menjelaskan banyak hal yang menyebabkan sejumlah penyakit, mulai dari kanker hingga Parkinson.

Pemahaman akan proses tersebut mencakup mutasi sel dan infeksi yang dapat menyebabkan penyakit Parkinson, diabetes dan juga penyakit saraf. Kesalahan pada gen-gen menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit tersebut.

Konsep autofagi sudah diketahui selama 50 tahun terakhir, tetapi Dr Ohsumi membuat terobosan pemahaman dalam penelitiannya pada ragi yang biasa digunakan oleh pembuat roti pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Ketika mengetahui dia mendapat Hadiah Nobel Kedokteran 2016, dia pun terkejut,  tetapi “benar-benar merasa terhormat”.

Dalam wawancara dengan televisi Jepang NHK, Dr Ohsumi mengatakan tubuh manusia, “Selalu mengulang proses membusuk otomatis, atau kanibalisme, dan ada keseimbangan sempurna antara formasi dan pembusukan. Itulah hidup.”

Yoshinori Ohsumi telah bekerja di Institut Teknologi Tokyo sejak 2009. Lebih dari 270 ilmuwan dicalonkan untuk mendapatkan hadiah ini dengan pemenangnya mendapat hadiah sekitar Rp12 miliar.

Sementara itu, untuk pemenang bidang fisika, kimia, dan perdamaian akan diumumkan beberapa hari mendatang. [JX/BBC/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here