Nusron Wahid dan Teman Ahok Tidak Ada Dalam Tim Pemenangan

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid di Balai Kota Jakarta. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat tidak lagi mencantumkan nama Nusron Wahid dan anggota Teman Ahok. Nusron sebelumnya menjabat sebagai Ketua Tim Pemenangan, pekan lalu namanya digantikan oleh Prasetio Edi Marsudi yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Terkait hal tersebut, Ahok menegaskan alasan nama Nusron dan Teman Ahok tidak lagi ada di daftar tim pemenangan Ahok-Djarot. “Nusron, kalau dia masuk tim pemenangan harus berhenti dari BNP2TKI. Teman Ahok, sudah memutuskan tidak mau di dalam Parpol (Partai Politik),” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (5/10/16).

Teman Ahok, dipaparkan Ahok telah memiliki yayasan sendiri. Sehingga tidak perlu ada anggota yayasan yang ikut dalam tim pemenangan. “Karena mereka sudah jadi yayasan sendiri, dia mau kerja sendiri,” lanjutnya.

Untuk menggalang dana kampanye Ahok-Djarot, empat Parpol pendukung Ahok-Djarot, PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan Partai Golongan Karya (Golkar), telah mengetahui, Teman Ahok mengatur pertemuan makan malam juga akan melakukan penjualan pernak pernik kampanye (merchandise) di pusat perbelanjaan (Mall).

“Kita sudah bilang sama empat partai. Pengaturan makan, merchandise semua kita serahkan kepada Teman Ahok. Karena sudah dipatenkan dia (Teman Ahok). Jadi merek Teman Ahok sudah jadi milik mereka,” ujar Ahok.

Penjualan merchandise dan makan malam yang digelar Teman Ahok nantinya akan dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta. “Mereka akan jual merchandise, buka di Mall. Tapi mereka akan lapor ke KPU. Sebagian dari tim akan menjual, menggalang dana segala macam,” pungkas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here