Oasis 2.000 Tahun di Gurun Pasir di Cina

Jia Xiang – Selama 4.000 tahun para peziarah dan pedagang di Jalur Sutra menuju Barat sudah menggunakan sumber air Danau  Bulan  Sabit sebagai penghentian terakhir sebelum mereka medan yang berat di Gurun Gobi.

Namun danau atau sumber air yang berjarak 6 km dari Kota Dunhuang,  Provinsi Gansu, Cina,  itu mampu bertahan dan diperkirakan berusia 2.000 tahun. Namun, sekarang volume air  dan luasnya pun sudah berkurang. Bahkan danau itu hampir  hilang tertutup padang pasir di sekitarnya.

Pemerintah Cina berupaya menyelamatkannya. Selain sebagai warisan dunia, Danau Bulan Sabit ini menjadi oasis yang keberadaannya makin terancam. Sampai-sampai pemerintah provinsi itu mengisi air ke danau tersebut untuk menyelamatkannya keberadaannya.

Danau Bulan Sabut ini dulu adalah tempat perhentian terakhir di Jalur Sutra bagi para perdagangan dan peziarah sebelum mereka menempuh perjalanan dari Cina menuju ke Barat. Bahkan mereka juga melakukan hal serupa, setelah perjalanan dari Barat mereka berhenti di oasis itu, sebelum menuju Cina melalui gerbang Kota Dunhuang.

Kondisi danau ini sekarang kian mengecil.  Pada tahun 1990-an kondisi  ke dalaman danau dari 5 meter menjadi sekitar 1 meter pada 1990an. Namun, kini kawasan itu menjadi tujuan wisata, sehingga pemerintah Provinsi Gansu berupaya untuk menyelamatkannya.   [Berbagai sumber/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here