Obesitas Jadi Ancaman

Jia Xiang – Obesitas merupakan masalah global.  Menurut dr Masterie S Rasa, data 15 tahun terakhir, menunjukkan jumlah penderita obesitas di dunia meningkat.  Obesitas ternyata memang menjadi masalah bagi banyak negara tidak terkecuali Indonesia.
Sebagian orang melihat obesitas ini sebagai masalah, bukan hanya dari segi kesehatan, namun dari kepercayaan diri, ungkap dr Masterie S Rasa  pada seminar Obesitas, Minggu (18/8/13)  di salah satu hotel di Pecenongan Jakarta Pusat.
“Banyak yang belum tahu kalau obesitas itu penyakit yang  ditandai dengan penimbunan lemak tubuh secara berlebihan,  sehingga terjadi kelebihan berat badan,”  jelas  Masterie.
Menurut dia, obesitas bisa meningkatkan tiga risiko penyakit seperti hipertensi, kanker, dan stroke.  Lalu apa penyebab obesitas, kata dia, 90 persen penyebabnya adalah faktor psikis dari orang itu.  Faktor psikis ini terdiri dari  permasalahan pribadi, sosial ekonomi, pola makan, dan gaya hidup.  “Kalau lagi bertengkar dengan suami atau pacar, wanita biasanya meluapkan kekesalan dan kesedihannya itu lewat makan.  Untuk masalah sosial ekonomi, banyak orang mampu sekarang lebih suka junk food yang praktis,” ungkap dokter yang juga pengajar di bagian Farmakologi di Universitas Kristen Indonesia.
Selain faktor psikis,  genetik juga menjadi penyumbang munculnya obesitas pada diri seseorang. Jika ayah dan ibu gemuk, maka 80 persen  anaknya juga akan gemuk.  Namun, ungkapnya,  jika salah satu dari ayah dan ibu yang gemuk, kemungkinan anaknya akan gemuk hanya sekitar 40 persen. Karena itu, penanganan obesitas tersebut memiliki cara yang berbeda-beda juga.
“Untuk penanganan psikis, kita harus mendengarkan keluh kesah mereka, sambil memberikan semangat.  Kalaui terkait fisik, maka  kita harus berolahraga lari atau berjalan kaki sejauh 20m- 30m, 5 hari seminggu dengan teratur dan terukur,” ungkap Masterie.
Selain penanganan psikis dan berolah raga, si penderita harus mengatur jumlah, jenis, dan frekuensi makan.  Katanya, pola makan juga harus diatur agar hidup lebih sehat.
Sementara itu, hasil Riset Kesehatan Dasar  Indonesia tahun 2010 menunjukkan angka kelebihan berat badan dan obesitas pada penduduk dewasa, di atas usia 18 tahun, sebesar 21,7 persen    (27,7 juta jiwa). Data ini menunjukkan bahwa tingkat obesitas meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tingkat merokok yang baru saja menurun karena kampanye antirokok selama periode 1993-2008.
Lebih jauh,  Masterie menyatakan, “Di Indonesia ada 5 wilayah yang  tingkat obesitasnya tinggi yakni Kalimantan Timur, Gorontalo, Maluku Utara, DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. Tingginya tingkat obesitas di 5 wilayah tersebut,  karena masyarakat memiliki  pola makan yang sangat tinggi,  seperti kerap mengkonsumsi rica-rica, daging olahan B2 dan makanan cepat saji yang menjadi  penyumbang terbesar tingginya tingkat obesitas di 5 wilayah tersebut.” [Yuv/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here