Operasi “Bypass” Obati Diabetes Seharusnya Pilihan Pertama (1)

JAKARTA, JIA XIANG – Saat ini di seluruh dunia sedikitnya tercatat 347 orang pengidap diabetes. Secara klinis, lebih dari 90 persen diabetes tipe 2. Setengah dari pengidap diabetes tipe 2, setelah mengonsumsi obat penurun gula darah secara rutin, hasilnya tidak memuaskan. Akibatnya, mereka tetap dihantui berbagai komplikasi membahayakan, seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal dan kebutaan.
Sejak para ilmuwan dan dokter secara tidak sengaja menemukan manfaat operasi bypass lambung untuk mengurangi berat badan pada diabetes tipe 2, dalam waktu 20 tahun, kini dunia medis sangat gencar mengeksplorasi hal ini.
Sejumlah penelitian dan ekperimen membuktikan, operasi bypass lambung, melalui pengurangan kapasitas lambung dan pengubahan struktur saluran pencernaan, terbukti efektif mengobati diabetes. Kapasitas lambung menjadi jauh lebih kecil, dan dengan bypass usus, tidak semua makanan diserap tubuh. Inilah yang meringankan beban pankreas, sehingga kadar gula menjadi terkontrol.
Tahun 2008, pada pertemuan tahunan European Association for The Study of Diabetes yang ke-44 di Roma, Italia, secara resmi diumumkan: obesitas diabetes tipe 2 merupakan penyakit usus yang dapat disembuhkan melalui operasi, sehingga operasi bypass lambung dapat dengan efektif meringankan diabetes tipe 2.
Tahun 2011, American Diabetes Association secara resmi memaparkan operasi bypass lambung sebagai salah satu pengobatan efektif untuk diabetes tipe 2. Sejak tahun 2016 operasi bypass lambung sudah masuk dalam Diabetes Guide, dan sejak inilah dunia mengakui bahwa operasi bypass berperan penting dalam pengontrolan diabetes.

Ditemukan 1954
Operasi bariatrik yang ditemukan tahun 1954, adalah serangkaian metode pengobatan medis yang dikhususkan bagi orang yang mengidap obesitas tahap berat, bertujuan mengurangi berat badan.
Kremen dan Linner pertama-tama melaporkan operasi bypass jejuno-ileal, kemudian muncul beberapa metode operasi, seperti operasi bypass lambung, gastroplasti dan gastric banding.
Pories, dokter dari North Carolina State University saat melakukan operasi pengobatan untuk mengobati obesitas morbid, secara tak sengaja menemukan pasien pengidap diabetes tipe 2, di mana setelah menerima operasi bariatrik, berat badannya menurun signifikan dan pada saat bersamaan gula darahnya dengan cepat kembali normal. Bahkan kemudian tidak perlu melakukan upaya/obat penurunan gula darah apa pun.
Tahun 1995, Pories melalui follow-up terhadap 146 pasien diabetes obesitas tipe 2 selama 14 tahun, menemukan, kesembuhan diabetes tipe 2 melalui operasi bypass mencapai 83%. Sejak itu dimulailah sebuah cara bedah baru untuk pengobatan diabetes tipe 2.
Kini operasi bypass lambung telah menjadi sebuah cara pengobatan standar diabetes tipe 2. Meskipun hasilnya sangat jelas dan bagus, namun masih sedikit ilmuwan yang mengerti teori operasi ini. Bahkan banyak kalangan medis yang belum yakin atas hasil jangka panjang operasi ini. Padahal, ilmuwan Inggris dan Italia dalam risetnya telah membuktikan, hasil jangka panjang (5 tahun) operasi pengobatan diabetes ini sangat baik. [bersambung]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here