Operasi “Bypass” Obati Diabetes Seharusnya Pilihan Pertama (2)

Lebih Baik
Hasil riset King’s College London (Inggris) dan Università Cattolica (Italia) membuktikan, jika dibandingkan dengan cara pengobatan tradisional, hasil operasi pengobatan diabetes tipe 2 jauh lebih baik. Hasil riset tersebut dimuat dalam The Lancet, jurnal medis internasional ternama. Riset ini membandingkan pasien diabetes tipe 2 yang melakukan operasi dan pasien yang melakukan pengobatan diabetes standar dalam kurun waktu lima tahun. Dari hasil riset diketahui, hasil pengobatan dengan operasi melebihi cara pengobatan lainnya.
Dulu, waktu follow-up riset seperti ini sangat pendek. Baru Inggris dan Italia yang melakukan follow-up dalam jenjang waktu 5 tahun. Hasilnya sangat mengejutkan, bagaimana operasi pengobatan diabesitas tidak hanya efektif dalam jangka pendek namun juga untuk jangka panjang.
“Daftar kami memberitahu masyarakat ke arah mana pengobatan akan berkembang. Tidak diragukan lagi, operasi pengobatan diabetes merupakan salah satu cara paling efektif mengontrol diabetes. Ini sangat bermanfaat dalam pengobatan dunia, sehingga masuk dalam ‘10 inovasi Pengobatan 2013,’” kata Chris Coburn, Direktur Cleveland Clinic Innovations, ketika mengumumkan ‘’10 Inovasi Pengobatan’’ terbaru dunia medis pada 30 November 2013.
Sebagai salah satu lembaga medis yang kaya inovasi terbaru tingkat dunia dan masuk dalam “5 lembaga medis teratas di dunia,” Cleveland Medical Center telah berturut-turut selama 7 tahun bertanggung jawab untuk menyeleksi katagori penghargaan internasional 10 Inovasi Pengobatan terbaru dunia medis, demikian id.norgenhealth.com, situs Norgen Health.
Di Tiongkok, Asia Pacific Bariatric and Diabetes Center of Jinshazhou University, merupakan rumah sakit yang menggunakan operasi bypass lambung pada diabetes tipe 2 dengan metode pengobatan minimal invasif laparoskopi, dengan teknik tertinggi. Rumah sakit ini setiap tahun menerima ribuan pasien obesitas diabetes dari dalam dan luar negeri.
Dokter kepala Bariatric and Diabetes Center, Prof Wu Liangping, juga merupakan Wakil Ketua Asosiasi Tentara Pembebasan Ahli Bedah Diabetes, yang dikenal sebagai “pisau diabetes pertama” dari tentara Tiongkok. “Bagi pasien diabetes yang gula darahnya tidak terkontrol, seharusnya operasi ini jangan menjadi pilihan terakhir, sebaliknya justru harus menjadi pilihan pertama,” kata Wu Liangping.
Untuk Indonesia, Norgen Health menjadi wakil resmi Tim Medis Prof Wu LiangPing dan Asia Pacific Bariatric and Diabetes Center of Jinshazhou University. [JX/Hol/E4]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here