Pameran 1.000 Topeng Tiongkok dan Nusantara

Sebanyak 1.000 lebih lukisan topeng corak Tiongkok dan Nusantara dipamerkan di Sangkring Art Space, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pameran berlangsung dari tanggal 12-16 Maret 2016. (Foto: JX/Deni Priyatin)

YOGYAKARTA, JIA XIANG – Sebanyak 1.000 lebih lukisan topeng corak Tiongkok dan Nusantara dipamerkan di Sangkring Art Space, Nitiprayan RT 01 RW 20 No 88 Ngestiharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pameran berlangsung dari tanggal 12-16 Maret 2016.

Pembukaan pameran, Sabtu (12/03/16) sore pukul 16.00 WIB, dimeriahkan oleh atraksi siswa SMP Chinese Drum yang dilanjutkan dengan demo melukis topeng oleh seniman lokal dan seniman dari Tiongkok, Xie Zhong Ren. Kedua seniman ini beradu kehebatan melukis topeng Nusantara dan Tiongkok di depan hadapan pengujung pameran.

Pameran 1.000 topeng diselengarakan oleh Sekolah Budi Utama sebagai rangkaian lanjutan, Festival 1.000 topeng yang telah digelar 20 Februari 2016 lalu. Dalam festival tersebut sebanyak 530 anak-anak dari siswa TK hingga SMA mengikuti lomba melukis topeng yang berhasil memecakan rekor Muri lukisan topeng terbanyak yang dilukis anak-anak.

Djawadi, pendiri Yayasan Sekolah Budi Utama, menuturkan festival 1.000 topeng merupakan upaya untuk mengenalkan akulturasi budaya Nusantara dan Tiongkok melalui seni topeng kepada anak-anak dan masyarakat.

“Topeng bukan saja hanya ada di Tiongkok, hampir seluruh daerah di Nusantara memiliki topeng yang memiliki ciri khas tersendiri. Keberadaan topeng-topeng di Nusantara banyak yang terpengaruh dari budaya Tiongkok yang berakulturasi dengan budaya lokal. Melalui pameran ini anak-anak dan masyarakat Yogyakarta bisa mengenal kolaborasi harmonis antara budaya Tiongkok dan Nusantara melalui lukisan topeng,” ujar Djawadi usai meresmikan pembukaan pameran di Sangkringan Art Spcae.

Menrut dia, ada keunikan tersendiri dari lukisan topeng corak Tiongkok maupun corak Nusantara.
“Topeng corak Tiongkok biasanya memiliki warna-warna yang berani dan mencolok, sedangkan corak Nusantara memiliki warna-warna yang kalem. Dalam pemaran lukisan topeng ini pengunjung bisa merasakan keunikan dan keindahan dari corak Tiongkok dan Nusantara,” katanya.

Djawadi menambahkan festival 1.000 topeng yang baru digelar untuk pertama kalinya oleh Sekolah Budi Utama mendapat sambutan dan antusisas yang baik dari masyarakat Yogyakarta. Tebukti dengan peserta lomba lukis topeng yang berhasil melebihi target.

“Peserta lomba lukis topeng ditargetkan 500 peserta, tetapi ternyata malah diikuti 530 peserta. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan panita, hal tersebut membuktikan antusias yang cukup besar dari anak-anak dan warga Yogyakarta terhadap festival ini. Untuk ke depannya sekloah Budi Utama akan terus menggelar acara yang serupa agar masyarakat khusunya anak-anak lebih mengenal lagi akulturasi budaya yang ada di negri ini,” ucapnya. [JX/Dee/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here