Pandangan Negatif Terhadap Pengaruh AS Meningkat

(Foto: JX/Ist)

WASHINGTON, JIA XIANG – Pandangan yang negatif atas pengaruh Amerika Serikat (AS) di dunia pada umumnya meningkat. Hal ini terlihat dalam sebuah survei yang dilakukan BBC World Service baru-baru ini.

Dibandingkan dengan tahun 2014 -ketika survei sebelumnya dilakukan- terdapat peningkatan dua digit dalam pandangan negatif atas pengaruh negara adi daya itu.

Peningkatan pandangan negatif juga ditemukan di negara-negara yang merupakan sekutu Amerika Serikat di NATO, seperti Inggris, naik dari 42% menjadi 64%, maupun di Spanyol, Perancis, dan Turki.

Survei dilakukan atas 18.000 orang di 19 negara sejak Desember 2016 hingga April 2017 dengan bantuan GlobeScan. Para responden diminta memberi peringkat atas 16 negara di dunia -seperti Amerika Serikat, Inggris, Cina, India- serta Uni Eropa berdasarkan pandangan  “paling positif” atau  “paling negatif”.

Secara rata-rata peningkatan pandangan negatif atas pengaruh Amerika Serikat mencapai 49% atau meningkat sekitar enam angka dibanding pandangan responden tahun 2014 lalu.  Salah satu perubahan yang terbesar terjadi di Indonesia dengan pandangan positif atas Amerika Serikat turun dari 56% dalam survei 2014 menjadi 36% pada survei terbaru.

Pandangan Indonesia

Survei juga ingin melihat pandangan responden atas negara-negara perekonomian baru, antara lain seperti Cina, India, dan Brasil.  Dari 17 negara yang disurvei, peringkat positif atas Cina menurun dari 43% menjadi 41% dan pada saat bersamaan pandangan negatif meningkat dari 40% menjadi 42%.

Namun di beberapa negara, khususnya Indonesia, terjadi penurunan yang tajam atas pandangan positif atas Cina, yakni dari 52% menjadi 28%. Sedang di Meksiko, Cina justru menikmati peningkatan pandangan positif, dari 33% menjadi 55%.

Di negara-negara Afrika, tempat Cina menanamkan modal secara besar-besaran, pandangan positif relatif tinggi, seperti di Nigeria mencapai 83%  dan 63% di Kenya.

Uni Eropa secara umum berada dalam ‘posisi yang positif’ dengan berada pada peringkat keenam, posisi yang tidak berubah sejak tahun 2014 lalu.  Sedang untuk Inggris, responden di Indonesia secara umum memandang positif dengan 51% positif dan 18% negatif.  [JX/ Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here