Panglima TNI Imbau Mahasiswa Mewaspadai Aksi Demonstrasi

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Sejumlah oknum pengunjuk rasa yang melakukan tindak anarkis pada aksi unjuk rasa Jumat (4/11/16), saat ini, sudah ditetapkan menjadi tersangka. Dari jumlah tersebut, di antaranya adalah mahasiswa aktif yang mengaku tersulut provokasi.

Hal tersebut menjadi perhatian Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Ia mengimbau generasi muda untuk mewaspadai aksi demonstrasi yang mengarah kepada memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gatot menyampaikan hal itu di acara Pra Temu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara ke-IX dengan tema ‘Mari Teladani Semangat Juang Pahlawan Kemerdekaan Menuju Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang” di Gelanggang Mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jumat (11/11/16).

“Mahasiswa kalau melaksanakan demo, harus gunakan akal pikiran dan hati nurani serta harus cek benar secara jelas. Apa yang didemokan, harus mempunyai solusi agar bangsa lebih baik,” kata Gatot dalam pers rilis Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Jumat.

Menurut dia, semua pihak harus memelihara kebhinekaan. Karena kebhinekaan menjadi satu kekuatan yang maha dahsyat. Gatot tidak melarang aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa, tetapi dia hanya mengingatkan jangan sampai aksi tersebut dikendalikan oleh oknum tidak bertanggungjawab.

“Silakan demo, tapi jangan sampai demo dikendalikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Dijelaskan oleh Gatot, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, disebutkan bahwa setiap warga negara secara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan pendapat. Hal ini sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ia menambahkan, mahasiswa harus memahami bahwa sejak awal berdirinya bangsa Indonesia yang bergerak adalah mahasiswa dengan Sumpah Pemuda di seluruh Nusantara. Gatot juga mengutip kalimat Presiden Soekarno, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,” ujarnya di depan ratusan mahasiswa.

“Maka, cegah hasutan, cegah provokasi, dan cegah adu domba terhadap rakyat,” tegas Gatot.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here