Para Astronom Temukan Gunung Tertinggi di Saturnus

WASHINGTON, JIA XIANG – Para astronom di Laboratorium Propulsi Jet NASA mengatakan mereka telah menemukan gunung tertinggi di bulan terbesar Saturnus, Titan.Puncak tersebut, yang dipelajari menggunakan gambar-gambar inframerah dan data dari kendaraan Cassini milik NASA, memiliki ketinggian 3.337 meter dan itu adalah salah satu dari tiga gunung yang oleh NASA disebut Mithrim Montes.
“Itu bukan saja merupakan titik tertinggi yang telah kita temukan sejauh ini di Titan, tapi kami kira ini merupakan titik tertinggi yang akan ditemukan,” ujar Stephen Wall, Wakil Kepala Tim Radar Cassini di Laboratorium Propulsi Jet NASA di Pasadena, California.
Para peneliti menambahkan, gunung-gunung setinggi itu di Titan “mengindikasikan” aktivitas tektonik di bulan tersebut. “Sebagai penjelajah, kami termotivasi untuk menemukan tempat-tempat tertinggi atau terdalam, sebagian karena itu menyenangkan. Tapi ekstrem-ekstrem di Titan juga menginformasikan hal-hal penting mengenai daya-daya yang mempengaruhi evolusinya,” ujar Jani Radebaugh, anggota tim radar Cassini dari Brigham Young University di Provo, Utah, yang mengepalai penelitian tersebut.
Menurut dia, ada banyak nilai dalam meneliti topografi Titan dalam cakupan luas dan global. “Karena ini memberitahu kita daya-daya yang bekerja di permukaan dari bawah maupun dari atas,” ujar Radebaugh.
Sedangkan menurut NASA sendiri, puncak-puncak tertinggi Titan terletak di garis ekuator bulan. Penelitian itu juga menemukan bahwa hujan turun cukup banyak di Titan, sehingga menimbulkan aliran sungai, yang kemudian mengukir topografi bulan. Meskipun NASA mengatakan erosi di Titan terjadi lebih lambat karena tempat ini terletak begitu jauh dari matahari, sehingga kurang ada energi untuk “membangkitkan proses-proses erosif.”
Cassini telah memberikan informasi mengenai Saturnus dan bulan-bulannya selama lebih dari satu dekade, dan Titan terbukti merupakan struktur yang paling menarik di sistem tata surya, lengkap dengan apa yang diyakini merupakan lautan air di bawah lapisan esnya. Penemuan ini dipresentasikan di Konferensi Sains Bulan dan Planet dekat Houston, AS. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here