Para Imuwan Temukan “Titik Dingin Raksasa” di Planet Yupiter

Planet Yupiter (Foto: JX/AP/VOA)

WASHINGTON, JIA XIANG – Para ilmuwan menemukan satu lagi  “Titik Raksasa”  di Planet Yupiter yang bersuhu rendah dan terletak jauh di puncak planet tersebut. Demikian  hasil ini studi  yang  dipublikasikan pada Geophysical Research Letters, sebuah jurnal dari the American Geophysical Union.

Para ilmuwan melaporkan, Selasa (11/4/17), sebuah kawasan gelap yang membujur sepanjang 24.000 kilometer dan melintang sejauh 12.000 kilometer.  Ini adalah atmosfir bagian atas dan suhunya jauh lebih dingin dibanding kawasan sekitarnya yang panas, sehingga disebut Titik Dingin Raksasa.

Kawasan itu berbeda dengan Titik Merah Raksasa di planet raksasa tersebut, sistem cuaca yang baru ditemukan ini terus berubah baik bentuk maupun ukurannya. Titik ini terbentuk dari energi aurora kutub Planet Yupiter.

Sebuah tim yang dipimpin seorang warga Inggris menggunakan teleskop di Chile untuk memetakan temperatur dan kepadatan atmosfir Yupiter. Ketika para peneliti membandingkan data dengan ribuan gambar yang diambil bertahun-tahun lampau dengan teleskop di Hawaii, Titik Dingin Raksasa tampak menonjol. Bisa jadi usianya sudah ribuan tahun.

“Titik Dingin Rakasa jauh lebih mudah menguap dibandingkan Titik Merah Raksasa yang berubah pelan-pelan … namun muncul kembali selama kita memiliki data untuk pencarian titik tersebut, selama lebih 15 tahun,” ujar penulis utama studi ini, Tom Stallard, dari the University of Leicester dalam sebuah pernyataan.

Stallard menambahkan atmosfir Yupiter sebelah atas mungkin mengandung ciri-cirinya. Para ilmuwan akan terus waspada untuk menemukan ciri-ciri lainnya sementara juga mempelajari Titik Dingin Raksasa secara lebih rinci, dengan menggunakan teleskop darat selain juga wahana angkasa milik NASA, Juno, yang mengorbit di sekitar planet Yupiter, ujarnya. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here