Parpol dan Caleg di Siantar Abaikan Aturan Pawaslu

Pematangsiantar, Jia Xiang – Partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2014 di Kota Pematangsiantar mengabaikan ketentuan peraturan dengan pemasangan alat peraga kampanye di zona terlarang di enam kecamatan.

Diperkirakan ribuan spanduk ukuran kecil dan sedang yang menampilkan foto, nomor dan identitas calon anggota legislatif (Caleg) serta nomor dan nama parpol dengan berbagai slogan dipasang di pohon maupun tiang listrik yang berada di pinggir jalan.

Di sepanjang jalan lintas dari simpang Tanjung Pinggir sampai simpang Jalan Bali sedikitnya ada 138 spanduk caleg di pasang di pohon-pohon dan tiang listrik sebut Ketua Forum Peduli Rakyat Kota Pematangsiantar Samsuddin Harahap, Minggu, (23/2/14)

Tokoh pemuda ini menyayangkan sikap para caleg yang tidak taat pada peraturan dan menghalalkan cara yang salah untuk duduk di kursi Dewan padahal mereka ini harapan rakyat dalam memperjuangkan aspirasi rakyat.

Jangan salahkan para tim sukses atau relawan. Harusnya para caleg bisa menseleksi orang-orang yang dipercaya mensosialisaikan jati diri mereka, atau memberi arahan. Para caleg harus bertanggungjawab dan amanah, tegur pria yang akrab dipanggil Udin.

Udin juga mendesak penyelenggara Pemilu untuk bersikap tegas terhadap permasalahan ini dengan menegur dan melakukan penertiban alat peraga kampanye yang menyalahi zona terlarang supaya tetap tercipta suasana yang kondusif.

Jangan pilih-pilih harus secara serentak dan menyeluruh supaya tidak muncul kesan tidak baik dan kecemburuan bagi parpol atau caleg yang dananya terbatas. Ini kan bisa memicu gesekan sosial yang berbuntut rebut. Jadi harus tegas, tandasnya.

Anggota Panwas Kecamatan Siantar Barat Surati menyampaikan pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke Panwaslu Kota, dan beberapa waktu lalu telah melakukan penertiban terhadap pelanggaran zona kampnye.

Tindakan penertiban tugas Pemerintah Kota. Panwas hanya melakukan pengawasan dan merekomendasikan ke KPU untuk ditertibkan. Selanjutnya berkoordinasi dengan Pemerintah Kota, penertiban dilakukan, papar Surati. [Ant/S1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here