Partai Alami Banyak Sandungan

Jia Xiang – Konvensi Partai Demokrat (PD) yang menggunakan metode survei tidak terlalu efektif mendongkrak popularitas partai tersebut. Kasus korupsi yang melibatkan sejumlah anggota PD menjadi sandungan berat dalam mendongkrak nilai elektabilitas partai tersebut.

Hasil konvensi PD sulit diakui sebagai representasi suara rakyat karena sepertinya konvensi tersebut hanya sebuah pencitraan semata demi mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat. Apalagi pemenang konvensi yang ditentukan melalui metode survei tentunya akan memberi penilaian negatif dari masyarakat. Sebab masyarakat sekarang sudah sangat cerdas dan tidak bisa dibodohi lagi. Mereka paham betul bahwa konvensi dibiayai oleh Partai Demokrat sendiri itu dinilai sarat dengan kepentingan partai. Jadi sulit membayangkan bahwa hasil konvensi tersebut benar-benar murni suara rakyat.

Jadi, nasib calon presiden (capres) dari partai berlambang bintang segitiga itu belum jelas karena PD belum tentu dapat mengusung capresnya sendiri akibat elektabilitasnya yang terus merosot hingga di bawah 10 persen. Padahal menurut UU Nomor 42 Tahun 2008 tentang pemilu presiden, syarat untuk mencalonkan capres adalah memperoleh 25 persen suara sah dari pemilihan legislatif  atau memiliki 20 persen jumlah kursi di DPR.

Belum lagi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden tahun 2014 akan menjadi hari penghakiman bagi sejumlah partai yang kadernya banyak tersandung oleh kasus korupsi atau kasus hukum lainnya.

Nah, bagaimana dengan PD? Melihat beragam persoalan, maka peluang PD pada pemilu  2014 kurang menguntungkan, karena rakyat punya penilaiannya sendiri terhadap perkembangan politik di negeri ini. Masyarakat sudah bosan dengan kosmetika dan retorika politik.
Dari 11 figur yang ikut konvensi, sedikit sekali  yang benar-benar memiliki dukungan dari basis masa yang sebenarnya. Penerapan strategi penjaringan peserta konvensi yang memanfaatkan keragaman etnis, pengelompokan profesi untuk mendulang suara yang merata di berbagai lini menjadi mubazir  di tataran riil.

Namun, dari seluruh figur yang akan bertarung dalam konvensi Partai Demokrat itu, yang punya peluang terbesar menjadi pemenangnya adalah Dahlan Iskan.  Elektabilitas Dahlan Iskan tertinggi dan sulit bisa disaingi. Dahlan memiliki nilai ‘plus’ dengan gaya komunikasinya yang cerdas dan nyaman di hati rakyat. Pada 12 September 2013 lembaga riset independen, Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), merilis hasil survei. Dari sini diketahui elektabilitas Dahlan Iskan 31,6 persen, diikuti oleh Anies Baswedan 5,6 persen dan Pramono Edhi Wibowo 2,6 persen. Dahlan merupakan satu-satunya peserta Konvensi Capres Partai Demokrat yang turut diperhitungkan di antara tokoh lainnya, seperti Jokowi, Megawati, Abu Rizal Bakrie dan Prabowo. [JX/For/W1/D9]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here