Pasca Gempa, Pemerintah Italia Berlakukan Keadaan Darurat

(Foto: JX/Ist)

ROMA, JIA XIANG – Pemerintah Italia memberlakukan keadaan darurat di daerah-daerah yang paling parah dilanda gempa di saat harapan akan menemukan lebih banyak korban hidup mulai memudar. Perdana Menteri Matteo Renzi telah menjanjikan dana sebesar €50 juta (Rp 750 milyar) untuk pembangunan kembali kawasan yang terkena gempa itu.Sejauh ini hingga Jumat (26/8/16) sedikitnya 267 orang tewas dan 365 terluka akibat gempa. Petugas terus melanjutkan pencarian diantara puing-puing bangunan yang rubuh di hari kedua. Meski demikian, ratusan gempa susulan menghambat usaha 5.000 petugas penyelamat.
Selain dana pembangunan, PM Renzi juga menghapuskan pajak untuk para korban dan mengumumkan sebuah program baru bertajuk “Rumah Orang Italia” untuk menangkis kritik terhadap konstruksi yang buruk. Namun dia juga berkata “konyol” jika orang-orang berpikir Italia dapat membangun bangunan yang benar-benar tahan gempa.
Program ini muncul setelah media Italia mengkritik standar bangunan di area-area yang berisiko tinggi. Beberapa bangunan yang runtuh baru saja selesai direnovasi. Kota-kota bersejarah tidak perlu memenuhi persyaratan gedung anti-gempa, yang juga sering tidak dipenuhi ketika mendirikan bangunan baru.
Gempa 6,2 pada skala Richter terjadi Rabu (24/8/16), 100 km di di daerah Italia tengah yang berbukit. Kota-kota yang paling parah terpapar gempa mencakup Amatrice, Arquata, Accumoli dan Pescara del Tronto. Kota-kota itu jumlah penduduknya tidak banyak, namun keberadaan sejumlah turis saat liburan musim panas membuat perkiraan jumlah korban yang masih hilang menjadi sulit.
Lebih dari 200 orang tewas di Amatrice, kantor berita Ansa melaporkan, jasad-jasad masih ditemukan di kota tersebut, termasuk satu jenazah yang ditemukan di puing-puing Hotel Roma di tengah kota pada Kamis (25/8/16). Seorang petugas pemadam kebakaran, Lorenzo Botti, mengaku mereka berpacu melawan waktu.
“Kemungkinan menemukan orang masih hidup di kondisi seperti ini, di keadaan seperti ini, menantang,” ujarnya. Namun petugas lain berkata masih ada harapan, merujuk ke seorang korban ditemukan dalam keadaan hidup walau berada di bawah reruntuhan selama tiga hari saat gempa L’Aquila pada 2009 yang menewaskan lebih dari 300 orang.
Petugas penyelamat juga meminta penduduk lokal untuk membuka password wi-fi mereka untuk membantu usaha penyelamatan. Palang Merah Italia berkata jaringan yang tersedia dapat membantu komunikasi selama pencarian. [JX/BBC/CNN/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here