PBB: Atasi Perubahan Iklim, Cegah Memburuknya Kesehatan Dunia

JENEWA, JIA XIANG – Christiana Figueres, Sekretaris Eksekutif Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim, menegaskan bahwa kesehatan global saat ini sangat bergantung pada pengurangan emisi gas rumah kaca secara drastis. Hal itu diungkapkan Christiana Figueres, kepada para delegasi Majelis Kesehatan Dunia di Jenewa, Swiss, Selasa (24/5/16). Di sisi lain, Figueres memuji terobosan besar yang dilakukan persetujuan perubahan iklim Paris, Perancis, yang ditandatangani oleh 177 negara dan kemungkinan besar akan menjadi kekuatan dalam satu atau dua tahun ke depan. Kesepakatan itu akan menjanjikan bagi iklim dan kesehatan global.
“Dalam menanggulangi perubahan iklim dengan mengurangi emisi, kita mencegah memburuknya kondisi kesehatan di seluruh dunia,” tambahnya. “Dan dengan meningkatkan begitu banyak kondisi yang berbeda-beda yang dapat diperbaiki lewat ukuran iklim, seperti peningkatan makanan dan air, keamanan pangan dan keselamatan air — kita sebetulnya memperbaiki kondisi kesehatan.”
Namun, Figueres memperingatkan, kegagalan menanggulangi perubahan iklim juga akan menyebabkan kerugian finansial antara 2 miliar dollar AS dan 4 miliar dollar AS per tahun, akibat dampak langsung terhadap kesehatan pada 2030.
Selain itu, tambahnya, seperenam dari semua penyakit dan disabilitas adalah penyakit yang ditularkan perantara atau vektor, yang akan meningkat jika perubahan iklim tidak ditanggulangi. Mereka yang menderita paling berat adalah orang-orang di negara-negara berkembang, tambahnya.
Dari 189 negara yang telah mempresentasikan rencana perubahan iklim nasionalnya, hanya 15 persen yang telah menyebutkan kesehatan sebagai komponen penting, ujar Figueres, yang menyebut statistik itu mengkhawatirkan. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here