Pedagang Terompet Musiman Mulai Menjamur

Jakarta, Jia Xiang – Perayaan tahun baru identik dengan terompet dan menyalakan kembang api. Momentum ini jeli dimanfaatkan sejumlah pedagang terompet musiman yang ada di Jalan Kali Besar Selatan, Glodok, Jakarta Barat, Jumat (27/12/13) untuk menjajakan berbagai macam terompet.

Seorang pedagang terompet yang dijumpai Jia Xiang Hometown, Santo, warga Sukatani, Bekasi ini menjadi pedagang terompet musiman yang sudah berjualan sejak 17 Desember 2013 lalu. Ia mengajak istrinya untuk menjual terompet kepada warga yang ingin merayakan tahun baru dengan meniup terompet.

“Ya, saya setahun sekali jual terompet saat mau tahun baru saja, biasanya dikampung saya bertani di sawah. Hasilnya lumayan buat makan sehari-hari”, ungkapnya.

Santo merupakan bagian dari warga yang tinggal di pinggiran Jakarta yang memilih menjadi pedagang terompet musiman didepan gedung pertokoan warga keturunan etnis Tionghoa.

Ia berjualan sampai hari pergantian tahun. “Modal awal saya Cuma Rp1,5 juta buat belanja perlengkapan membuat terompet. Itu pun tidak langsung dibeli, tapi kalau stok perlengkapan habis saja. Ya, minimal dua ratus ribuan lah sekali belanja,” paparnya.

Harga yang dijual untuk terompet yang ia jajakan bervariasi, mulai Rp5000 untuk terompet biasa hingga Rp15 ribu dengan bentuk naga atau saksofon. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai total Rp2 juta, namun kalau harian berkisar Rp50 ribu sampai Rp100 ribu atau.

Ia mengaku, pernah tidak dapat sama sekali sebab tergantung ramainya pembeli. [Sop/B1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here