Pelabuhan yang Dilintasi Tol Laut Ikuti Standar di Tanjung Priok

Presiden Joko Widodo amati Pelabuhan Tanjung Priok. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Joko Widodo, presiden terpilih yang juga akrab disapa Jokowi, tidak ingin gagasannya membangun tol laut dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia berhenti pada tataran konsep. Dengan segala daya upaya dia harus bisa mengeksekusi gagasan ini secepat-cepatnya.
Saat menjadi pembicara dalam diskusi publik bertema “Roadmap Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia” di Jakarta, Senin (29/9/14), pembangunan tol laut ditandai oleh keberadaan pelabuhan-pelabuhan besar di kota-kota besar yang dilintasi tol laut. Seluruhnya ada 24 pelabuhan.
“Semua pelabuhan itu harus seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara,” ujar politisi PDI Perjuangan yang dalam waktu dekat ini bakal mundur sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Alasan dia menggagas agar semua pelabuhan yang dilintasi tol laut dibangun seperti Pelabuhan Tanjung Priok, agar selain bisa melayani bongkar muat barang dalam jumlah besar juga mendorong pertumbuhan ekonomi di kota tempat pelabuhan itu berada. Kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok, pada tahun 2017 mendatang, paparnya, sebesar 15 juta teus pertahun. Kini, paparnya, kapasitas pelabuhan ini sebesar 3 juta teus pertahun.
“Ini memang sebuah ambisi yang besar. Tetapi, kalau kita tidak berani membuat rencana besar seperti ini, kita tidak akan pernah berhasil mewujudkan kejayaan kita sebagai bangsa maritim,” ucapnya. [JX/ W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here