Pelaku Usaha Asing dan Dalam Negeri Ikuti Business Matching di Indocomtech 2016

BRI Indocomtech 2016 sukses menggelar program Business Matching. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Program Business Matching, dalam BRI Indocomtech di Jakarta Convention Center, Jumat (5/11/16), mempertemukan puluhan pelaku usaha asing dan dalam negeri untuk berbincang dan membuka peluang bisnis baru.

Program yang dibuka Sekjen Apkomindo Indonesia Ir. Rudy D Muliadi, dihadiri Ketua KADIN Jakarta Pusat Victor Aritonang,  Client Solution Services Blibli.com Kenny Japar, dan Sekretaris Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Ari Satria, SE, MA.

Rudy mengemukakan, penggunaan internet yang semakin lama semakin tinggi di Indonesia menjadi salah satu pendorong gelombang digital. Berdasarkan data dari pemerintah, pengguna internet di tahun 2016 sudah 80 juta atau sekitar sepertiga dari jumlah populasi Indonesia dan diprediksikan akan terus meningkat hingga mencapai 215 juta orang pada tahun 2020 nanti.

Pesatnya pertumbuhan akan penggunaan internet ini menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan ekonomi berbasis digital di Indonesia, khususnya di sektor e-commerce. Besarnya potensi industri TIK untuk kesejahteraan mendorong pemerintah untuk lebih menggalakkan ekonomi kreatif berbasis teknologi.

Di sisi lain, papar Rudy, besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia juga merupakan sebuah peluang bisnis yang besar untuk para pelaku industri asing untuk berinvestasi dan membuka usaha di Indonesia. Kedua hal ini menjadi dasar dari pelaksanaan program business matching BRI Indocomtech 2016.

Sementara itu Ari Satria menyatakan dukungan pemerintah kepada pelaku usaha di sektor tersebut. Dalam presentasinya, ia menjelaskan salah satu program Kementerian Perdagangan Indonesia adalah dengan melakukan upaya digital marketing, yakni pembuatan konten promosi digital produk Indonesia, pemanfaatan media sosial, dan Search Engine Optimization.

Diharapkan dengan dukungan penuh pemerintah, para pelaku industri kreatif dapat mewujudkan visi Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar dunia di tahun 2020.

Hal senada dikemukakan Victor Aritonang. “Pasar e-commerce Indonesia sejak dari 2012 sampai 2016 bertambah sekitar 39% dan mungkin akan terus meningkat jauh hingga tahun depan. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara negara ASEAN,” ujarnya. Diharapkan program ini dapat menjadi ajang untuk saling berbagi bersama pelaku industri TIK tanah air dan berupaya untuk saling menguntungkan.

Program Business Matching ini merupakan yang pertama kali digelar di ajang BRI Indocomtech 2016 dan berhasil diikuti oleh lebih dari 80 peserta yang terdiri pelaku-pelaku industri TIK, dengan 31 di antaranya berasal dari Indonesia.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here