Pemakaman Ramah Lingkungan Makin Populer di Beijing

BEIJING, JIA XIANG – Menjelang perayaan Qingming atau Ceng Beng, atau disebut juga Hari Membersihkan Makam, Pemerintah Kota Beijing justru mengeluarkan peraturan baru terkait dengan makam atau kuburan. Pemerintah kota itu mendorong warganya untuk menggelar pemakaman yang ramah lingkungan.
Artinya, tidak akan ada lagi kuburan tradisional yang dibangun di pemakaman umum dan tidak ada lagi biaya sewa makam yang diperbarui, demikian aturan yang dikeluarkan oleh Biro Urusan Sipil Beijing.
Selain itu, penggunaan bahan bangunan non-kompos, seperti semen dan batu, harus dikurangi dalam membangun makam, tulis peraturan baru itu. Secara tradisi Tiongkok orang yang meninggal harus dikubur, tetapi kebiasaan ini telah menimbulkan konsekuensi bahwa kebutuhan akan lahan di negara ini sangat dibutuhkan. Hal ini justru memicu naiknya harga sebidang tanah untuk kuburan.
Untuk mengatasi persoalan lahan itu, Pemerintah Kota Beijing mulai mempromosikan pemakaman ramah lingkungan mulai tahun 1990-an. Hal ini juga mendorong warga untuk tidak semata-mata bergantung pada lahan pemakaman, tetapi lebih kepada pilihan lain seperti dikubur di laut atau di pohon.
Misalnya, Beijing menawarkan subsidi sekitar 4.000 yuan bagi setiap pelayanan pemakaman di laut. Subsidi itu meliputi biaya perjalanan, asuransi, dan makan untuk paling banyak enam anggota keluarga dan kebutuhan lainnya.
Alhasil, pemakaman ekologi atau ramah lingkungan ini mendapatkan tanggapan positif di kalangan penduduk Beijing dalam beberapa tahun terakhir. Pemakaman ramah lingkungan ini menyumbang sekitar 46 persen dari semua pemakaman tahun lalu, di mana jumlah pemakaman di laut meningkat dari 307 pada 2009 menjadi sekitar 2.000 tahun lalu.
Menurut Biro Urusan Sipil, Beijing, bertujuan untuk memastikan setengah dari semua pemakaman dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan pada tahun 2020. [JX/chinadaily/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here