Pembahasan Raperda Tetap Dihentikan Kendati Rawan Gugatan

Kawasan baru di Jakarta Utara setelah reklamasi. (Foto: JX/Windarto)

JAKARTA, JIA XIANG – Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengaku tidak mempermasalahkan bila digugat oleh perusahaan pengembang pulau reklamasi di utara Jakarta. Karena menurut dia, tujuan DPRD DKI sebenarnya baik. Saat ini kenyataannya, menurut dia, tidak memungkinkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait reklamasi.

Sebelumnya, Prasetio selaku Ketua DPRD DKI mengumumkan penghentian rapat terkait dua Raperda, Rencana Zonasi Wilayah Perairan dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) dan Rencana Tata Ruang (RTR). Alasannya, Ketua Komisi D DPRD DKI Mohamad Sanusi tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pekan lalu.

“Silakan saja (pengembang marah). Kita kan tujuan bagus, tapi kenyataannya yang ada ya seperti itu,” kata Prasetio setelah konferensi pers di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (12/4/16).

Terkait isu suap yang menimpa DPRD DKI, termasuk Prasetio diduga menerima hadiah perjalanan wisata ke Amerika. Tetapi dia menampik tuduhan itu dengan alasan hanya Sanusi saja yang terkait kasus itu dari DPRD DKI. “Tidak ada. Inikan jadi begini karena persoalan Sanusi saja,” terang politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.[JX/Cka/W5]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here