Pembangunan Jalur Kereta Thailand-China Dimulai Tahun Ini

BANGKOK, JIA XIANG – Pembangunan proyek kereta api Thailand-China dari Bangkok ke Nakhon Ratchasima, yang selanjutnya akan diperluas ke Nong Khai di perbatasan Thailand-Laos di masa depan, akan dimulai pada 2017. Demikian Chatchai Thipsunaree, Sekretaris Tetap Kementerian Perhubungan Thailand, di Bangkok, Selasa (16/5/17).

Kontrak pembangunan proyek tersebut, menurut dia, hampir rampung. ” 90 persen,” ujar Chatchai kepada Xinhua setelah konferensi pers Kementerian Perhubungan. Dengan demikian, lanjutnya,  pembangunan akan dimulai pada tahun ini.

Menteri Transportasi Thailand Arkhom Termpittayapaisith juga menyebutkan proyek perkeretaapian ini adalah proyek yang sangat penting bagi kerajaan, karena akan menghubungkan Thailand dengan negara-negara tetangga.

Menurut Arkhom, jalur rel kecepatan 252 km dari Bangkok ke Nakhon Ratchasima akan diperpanjang 355 km ke Nong Khai lainnya di perbatasan Thailand-Laos, yang menghubungkan kereta api China-Lao dari Vientiane ke Kunming di Propinsi Yunnan, China selatan.

Kereta api juga akan diperluas ke selatan, ke Kuala Lumpur dan akhirnya Singapura, kata Arkhom.

Pemerintah Thailand juga berencana untuk membangun kereta api rel kereta api publik-swasta dari Bangkok ke Rayong untuk terhubung dengan proyek kereta api Thailand-China.

Sebelumnya, beberapa pakar Thailand mengatakan bahwa mereka menginginkan agar rencana perkeretaapian dilaksanakan dengan cara yang lebih cepat.

Aksornsri Phanishsarn, direktur Pusat Riset Strategis Thailand-China, Dewan Riset Nasional, berharap China dapat membantu mendorong proyek kereta api Thailand-China agar bisa menjadi “kasus sukses” kerja sama antar negara.

Swai Visavanant, peneliti senior di Pusat Studi China Universitas Chulalongkorn, mendesak pemerintah Thailand untuk segera beralih ke pelaksanaan proyek perkeretaapian, jika tidak, Thailand mungkin akan kehilangan kesempatan dalam perkembangannya.

Menurut Arkhom, China dan Thailand masih perlu menyepakati tiga hal, seperti bahan untuk konstruksi, biaya konsultasi dan apakah perlu bagi insinyur China untuk mendapatkan sertifikasi teknik Thailand sebelum mereka mulai bekerja di kerajaan tersebut.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here