Pemberantasan Narkoba

Kembali dunia selebriti Indonesia diguncang kasus narkoba (narkotika dan obat berbahaya). Minggu (27/1/13) dinihari Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap belasan orang yang sedang pesta narkoba di rumah artis Raffi Ahmad di Jl Gunung Balang nomor 16 RT 09 RW 04, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Selain Raffi, BNN juga mengamankan rekan artis lainnya seperti Wanda Hamidah (anggota DPRD DKI Jakarta), Irwansyah dan istrinya Zaskia Sungkar.
Sepanjang hari Minggu hingga Senin (28/1/13), media massa baik elektronik maupun cetak memberi porsi yang besar dalam kasus ini. Tidak ketinggalan berbagai kalangan pun memberi komentar prihatin hingga cercaan. Tentu saja kita tidak boleh melanggar rambu-rambu kepatutan terhadap belasan orang yang dijerat dalam penggerebekan BNN itu.
Kebetulan saja peristiwa atau “pesta narkoba” ini melibatkan public figur, namun sejatinya kasus-kasus narkoba yang melibatkan siapapun pasti menjadi konsern penegak hukum untuk menanganinya dengan seksama. Sebab kasus penyalahgunaan narkoba merupakan kejahatan luar bisa yang mesti diberantas. Selain itu kejahatan di sektor narkoba ini merupakan sebuah kejahatan yang sistematis, terorganisasi sangat rapi sekaligus merupakan kejahatan internasional yang pelaku-pelakunya sangat piawai dalam menjalankan aksi mereka.
Ironisnya pelaku-pelaku atau pengedar narkoba ini sudah di dalam bui pun masih bisa beraksi lantaran punya kaki-tangan yang sangat banyak dan terorganisasi. Itu sebabnya sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) peredaran narkoba harus diberantas sampai ke akarnya.
Selain itu kejahatan ini dampaknya sangat meluas. Kejahatan ini bukan sekadar kriminal biasa, motif kejahatan ini bisa dilatarbelakangi dari berbagai aspek, mulai  ekonomi, politik, hukum dan sosial. Itu sebabnya kejahatan ini merupakan musuh yang paling berbahaya bagi kelangsungan sebuah bangsa.
Kita tentu prihatin dengan Raffi Ahmad dan kawan-kawan yang digerebek BNN itu, tanpa ada maksud pretensi tertentu, boleh jadi sesungguhnya mereka merupakan korban dari aksi sindikat peredaran narkoba internasional.
Kita harus yakin dengan BNN, bahwa maksud penggerebekan itu merupakan satu upaya untuk memberantas peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan bukan saja di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.
Produk undang-undang negara kita sudah dengan tegas membedakan pengguna sebagai korban dan pengedar sebagai pelaku. Itu sebabnya, kita juga merasa prihatin ketika pelaku kejahatan narkoba mendapatkan keringanan hukuman berupa grasi.
Data yang pernah dilansir BNN tahun 2012, bahwa jika pemberantasan kejahatan narkoba tidak dilakukan secara sinergis antar-aparatur negara yang bahu-membahu dengan masyarakat, maka dikuatirkan penyalahgunaan narkoba di Indonesia kian mengkhawatirkan. Jumlah penyalahgunaan narkoba terus meningkat  signifikan setiap tahunnya. Bahkan, pada tahun 2015, penyalahgunaan narkoba di tanah air diprediksi mencapai 5,6 juta orang atau 2,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Semoga kasus Raffi dan kawan-kawan bisa segera terselesaikan dan penanganannya harus berjalan sesuai hukum yang berlaku. Ini semua demi kebaikan kita sebagai bangsa. [Iman Sjahputra]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here