Pembunuhan Kim Jong-nam, Perempuan Berpaspor Indonesia Ditangkap di Malaysia

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (kiri) dan kakak tirinya Kim Jong-nam yang tewas di Malaysia. (Foto: JX/Ist)

KUALA LUMPUR, JIA XIANG – Seorang perempuan berpaspor Indonesia ditangkap dengan dugaan terkait pembunuhan saudara Kim Jong-un, kata Kepolisian Kerajaan Malaysia.

Disebutkan, dalam paspor yang dikeluarkan imigrasi Serang, Banten, perempuan itu bernama Siti Aishah. Dia diidentifikasi dari rekaman CCTV, video pengawas di bandara. Menurut polisi, dia sedang sendirian ketika ditangkap.

Penyelidikan terhadap Siti Aishah masih dilanjutkan kata Inspektur Jenderal Polisi Malaysia, Sri Khalid bin Abu Bakar.

Sejauh ini, penyebab kematian Kim Jong-nam , kakak  tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dan siapa pembunuhnya masih menjadi tanda tanya. Sejumlah saksi mata menyebut Jong-nam telah diracun, namun hal ini masih harus dipastikan melalui uji forensik.

Polisi Malaysia dan pihak Korea Utara belum mengukuhkan bahwa  “lelaki Korea”  yang bepergian dengan nama Kim Chol itu memang benar Kim Jong-nam. Namun Korea Selatan sudah memastikannya.

Disebutkan, polisi Malaysia sudah menuntaskan pemeriksaan jenazah Kim, namun tak jelas apakah hasilnya akan diumumkan.  Sejauh ini, kata Kepala Polisi Selangor, Abdul Samah Mat, tak ada permintaan dari Korea Utara untuk mengirimkan jenazah Kim.

“Ada petugas Kedutaan Korea Utara datang, tapi tak ada permintaan itu,” katanya.

Dua Perempuan

Kim Jong-nam disebutkan tewas setelah diserang oleh dua perempuan, dengan campuran zat kimia tertentu di Bandara Kuala Lumpur. Perempuan pertama, berpaspor Vietnam, dijadwalkan untuk ditanyai pengadilan.

Sebuah gambar dengan resolusi rendah yang diambil dari kamera pemantau di bandara menunjukkan seorang perempuan mengenakan kaus bertuliskan  “LOL” di bagian depannya. Tidak jelas, apakah perempuan itu adalah Siti Aishah, atau perempuan lain. Polisi menyebut, mereka masih mencari “beberapa”  tersangka lain.

Berbagai spekulasi menyebut, Kim dibunuh atas perintah pemerintah Korea Utara, namun belum ada bukti yang mendukung.

Kim Jong-nam hidup jauh dari sorotan publik dan disebut banyak menghabiskan waktu di luar negeri, terutama di Makau, Cina daratan, dan Singapura, sejak dilangkahi oleh adik tirinya dalam pergantian kekuasaan, saat ayah mereka, Kim Jong-il, meninggal dunia pada 2011.

Dikabarkan, peluangnya untuk menjadi pemimpin Korut, menggantikan mendiang ayahnya, Kim Jong-il, sejak ketahuan menggunakan paspor palsu untuk mengunjungi Disneyland di Tokyo. [JX/BBC/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here