Pemda DKI Justru Bela PKL

Jia Xiang – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hari Senin (29/7/13), berharap para pedagang kaki lima (PKL) mematuhi peraturan daerah yang dibuat Pemerintah DKI Jakarta.

Secara tidak langsung, sikap pemerintah DKI itu justru membela kepentingan PKL, ujarnya menjelaskan kepada wartawan hasil rapat pimpinan pemerintah DKI Jakarta   dengan pejabat terkait di lingkungan pemda itu yang dipimpini Gubernur Joko Widodo.

“Siapa bilang kami tidak bela PKL. Kami bela PKL. Justru sekarang yang ribut tuan tanah itu yang dapat bayaran dari PKL,” ungkap Ahok, panggilan akrab Wakil Gubernur DKI, seusai mengikuti rapat pimpinan di lingkungan pemerintah daerah DKI. “Kasihan PKL kita lho, mereka bayar retribusi harian bukan sewa. Kalau tidak tidak berani, beliau (Gubernur Jokowi) yang akan memimpin dan berada di barisan paling depan.”

Ahok pun mengajak wartawan untuk menghitung. Coba kalo dihitung lapak seluas 2×2 meter persegi. Per meter persegi sewanya Rp 12.500. Berapa nilai sebulannya, kalau PKL harus bayar Rp 75.000  per meter persegi per bulan. Coba ke mal, tambah Ahok,  kios paling bagus paling hanya Rp 200.000-300.000 paling mahal.

Para pedagang ini tidak sanggup membayarnya, karena mereka diharuskan membayar dimuka sekaligus untuk masa 2 tahun. “Makanya kita mau bangun banyak pasar. Pasar Minggu, Pasar Rumput, semuanya 2-3 lantai. Sistemnya retribusi harian. Didebet dari bank,” tegasnya. [Yuv/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here