Pemda DKI Masih Harus Diskusi dengan Para Pakar

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tetap pada pendapatnya bahwa kebijakan 3 in 1 di Ibu Kota lebih baik dihapuskan. Namun sebelum menetapkan keputusan itu, gubernur masih ingin berdiskusi lebih lanjut dengan para tenaga ahli dan Polda Metro Jaya.“Untuk 3 in 1, kita bisa berdebat. Panggil tenaga ahli, untuk mempertimbangkan juga. Misalnya, jalur arteri banyak yang kosong juga tidak (setelah ujicoba penghapusan), kosong kan, itu juga membuktikan,” kata Ahok, sapaan karib Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (14/4/16).
Dia tidak memungkiri kepadatan di jalan protokol memang naik sekitar 20 persen. Tapi jika masih ada aturan 3 in 1, tambahnya, pengguna jalan yang kurang dari tiga orang tetap akan menggunakan jasa joki jalan protokol dan arteri masih tetap akan macet.
“Belasan tahun gunakan 3 in 1, macet tidak? Macet juga kan. Bukan cuma di sana, di jalan penghubung dan sekitarnya lebih macet. Pada ngantri, mobil tunggu jam 3 in 1 selesai,” papar dia.
Menurut Ahok, dalam uji coba penghapusan 3 in 1 selama dua minggu ini sudah terlihat pengemudi bebas melewati jam sesukanya, tanpa harus menunggu waktu tertentu. “Sekarang mereka tanpa 3 in 1, pulangnya tidak menunggu jam, bebas kan,” lanjut dia.
Di sisi lain, Ahok juga menegaskan kalau dia tidak berani begitu memberlakukan penghapusan aturan tersebut, bila Polda Metro Jaya tidak turut mendukung keinginannya. “Nah, kalau Polda tidak mendukung, saya tidak berani karena yang bisa melakukan tilang motor dan mobil itu hanya Polisi,” ungkapnya. [JX/Cka/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here