Pemerintah Federal AS Gunakan Teknologi Kuno (1)

WASHINGTON, JIA XIANG – Sudah sering kita mendengar bahwa orang Amerika mengeluh tentang para pegawai di tingkat pemerintah federal yang tidak bekerja, bahkan terkesan lamban dan tidak efisien. Dalam perbincangan sehari-hari, Departemen Kendaraan Bermotor (DMV) sering dijadikan contoh pengalaman mengerikan itu.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Survey sejak awal tahun ini ditemukan hanya 23 persen orang Amerika yang percaya pemerintah federal “sebagian besar saja” melakukan hal yang benar. Artinya kebanyakan orang tidak percaya pemerintah melakukan tugasnya dengan baik.
Mayoritas justru meremehkan kepercayaan mereka terhadap para pejabat pemerintah federal. Contohnya seperti yang terungkap pada Juni lalu bahwa karena adanya celah menganga soal keamanan cyber, menyebabkan para peretas Tiongkok mampu menyedot informasi sensitif dari Kantor Manajemen Personalia (OPM). Mereka berhasil mendapat sekitar 18 juta informasi tentang pegawai federal saat ini dan masa lalu, selama lebih dari setahun.
Minggu ini, giliran Angkatan Laut AS yang dicemooh, setelah ada laporan bahwa mereka masih membayar Microsoft sebesar 9 juta dollar AS per tahun untuk menggunakan Windows XP – sistem perangkat lunak yang sudah berusia 14-tahun –yang sudah berhenti menerima pembaruan sistem keamanan selama setahun penuh.
Yang paling menyedihkan dari bolong-bolongnya keamanan baru-baru ini adalah bahwa penggunaan teknologi kuno itu adalah aturannya, tanpa terkecuali, berlaku di pemerintah AS.
Misalnya, teknologi yang digunakan oleh pemerintah untuk pengelolaan fasilitas militer berisiko tinggi, yang sudah tertinggal satu dekade. Pada tahun 2014, ketika berkeliling di fasilitas rudal nuklir silo di Wisconsin, ditemukan bahwa komando sistem peluncuran masih menggunakan floppy disk dari era tahun 1980-an. Pada tahun 2012, platform teknologi Angkatan Darat mulai bermigrasi ke Windows 7-dari Windows XP, seluruhnya menjadi menggunakan Vista. [JX/theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here