Pemerintah Federal AS Gunakan Teknologi Kuno (2)

Birokrasi Jadi Penghambat

WASHINGTON, JIA XIANG – Besarnya organisasi dan struktur birokrasi pemerintah menjadi penghalang bagi dilakukannya pemutakhiran sistem teknologi secara konsisten. Ini juga menjadi penghalang bagi banyak perusahaan untuk ikut terlibat dalam pemutakhiran sistem di pemerintahan.
Tim Lynch, pemilik toko komputer Psychsoftpc, yang telah bertahun-tahun memasok teknologi untuk berbagai lembaga pemerintah federal dan Departemen Pertahanan tahun, mengatakan mereka sering diminta untuk mencari suku cadang, seperti switch dan router, produk yang sebetulnya sudah tidak diproduksi lama.
“Ada keyakinan di lembaga ini bahwa biaya menggunakan teknologi baru akan mahal, sehingga mereka fokus pada penggantian bagian rusak daripada mengganti seluruhnya baru, sebab mereka ingin semuanya standar,” kata Lynch melalui email.
Menurut dia, beberapa lembaga justru berpikir lebih maju, termasuk departemen penelitian mereka. Tapi kenyataannya infrastruktur di negera itu secara keseluruhan lambat beradaptasi.
“Dibutuhkan banyak upaya untuk mendapatkan persetujuan satu komisi agar mendapatkan sesuatu yang baru,” ungkap Lynch sambil menambahkan bahwa masalah yang sama juga terjadi di sektor swasta. Contoh, 95 persen ATM yang ada masih dioperasikan dengan menggunakan Windows XP.
“Semakin besar organisasi, semakin ruwet birokrasinya, sehingga menjadi kurang tangkas dalam menanggapi teknologi baru,” tambahnya.
Jadi, apa mungkin lebih mengganggu adalah bahwa kerentanan ini secara rutin terdeteksi, kemudian diabaikan. Karena itu, peretasan terbaru di OPM dianggap sebagai serangan paling buruk. Bahkan beberapa diantaranya telah menyebutnya sebagai kami “Cyber 9/11”. Sebetulnya lembaga inspektur jenderal, telah mendesak pemerintah federal di tahun 2014 telah mendesak supaya menonaktifkan semua komputer yang tidak memiliki otorisasi keamanan, sebab peretasan itu “berimplikasi pada keamanan nasional.”
Sifat yang tidak teratur dari serangan cyber atau peretasan itu membuat sulit untuk menilai seberapa banyak sumber yang harus dianggarkan untuk membuat sistem pertahanan cyber. Atau seberapa besar alokasi dana untuk sebuah sistem keamanan cyber. [JX/Theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here