Pemerintah Kebut Pembentukan Holding BUMN Tambang

JAKARTA, JIA XIANG – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan PT Inalum (Persero) menjadi induk Holding BUMN Tambang yang ditargetkan terbentuk tahun ini. Hal ini sesuai peta jalan BUMN Tahun 2005-2019, pemerintah membentuk Holding BUMN Tambang agar dapat menguasai cadangan dan sumber daya mineral dan batubara, menjalankan program hilirisasi dan peningkatan kandungan lokal, serta menjadi salah satu perusahaan kelas dunia.

Dalam Holding Tambang tersebut, pemerintah memasukkan empat perusahaan tambang BUMN yaitu PT Inalum (Persero), PT Bukit Asam Tbk (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (Persero), dan PT Timah Tbk (Persero).

“Pembentukan Holding BUMN Tambang terus dikebut,” kata Deputi BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Fajar Harry Sampurno, di Jakarta, Rabu (22/3/17). Inalum, lanjutnya,  menjadi induk holding, agar lebih cepat, optimal dan lebih terkontrol karena saham Inalum 100 persen milik negara.

Induk Holding BUMN Tambang tersebut adalah PT Inalum, yang menguasai 65 persen saham Antam, 65,02 persen saham Bukit Asam dan 65 persen saham Timah, dengan masing-masing di dalamnya terdapat 1 saham seri A milik pemerintah.

Penguatan BUMN Tambang melalui holding menjadi pilihan untuk menjawab dan mengatasi berbagai tantangan ke depan. Selain untuk meningkatkan pemasukan negara dari pajak, royalti dan dividen, Holding BUMN Pertambangan itu akan membangun industri tambang hulu ke hilir, mengurangi impor bahan baku industri, serta meningkatkan nilai tambah.

“Pajak dan royalti yang dibayarkan ke pemerintah semakin besar, memberikan manfaat efek multiplier, mampu memproduksi beragam mineral olahan, serta melaksanakan berbagai proyek hilirisasi,” jelas Harry.

Diharapkan Holding BUMN Tambang masuk dalam Fortune Global 500.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here