Pemerintah Tiongkok Protes Indonesia

jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying. (Foto: JX/BBC)

BEIJING, JIA XIANG – Kementerian Luar Negeri Tiongkok memprotes pemerintah Indonesia soal penangkapan delapan anak buah kapal (ABK) asal Tiongkok oleh TNI Angkatan Laut di perairan Natuna, pada Jumat (27/5/16) lalu.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, berkeras bahwa kedelapan ABK dan kapal mereka beroperasi secara sah. “Para nelayan Tiongkok melakukan kegiatan menangkap ikan secara biasa di perairan tersebut. Kami telah menyampaikan sikap tegas dengan Indonesia terkait masalah ini,” kata Hua, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.
Ketika dihubungi secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengaku belum mengetahui sikap Tiongkok. Namun, menurut dia, Kemlu RI segera memberitahu Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta soal penangkapan delapan ABK itu.
“Sejak ada informasi kapal Tiongkok ditahan karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran di ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif—red) karena dugaan illegal fishing, sudah kewajiban Kementerian Luar Negeri untuk mengeluarkan notifikasi kekonsuleran kepada Kedutaan Besar Tiongkok di sini. Kita akan keluarkan setelah mendapat informasi lengkap dari TNI AL,” kata Arrmanatha kepada BBC Indonesia, pada Selasa (31/5/16) pagi.
Sementara itu, Komandan Pangkalan AL di Ranai, Kolonel Laut (P) Arif Badrudin, mengatakan kedelapan ABK Tiongkok itu ditahan setelah kapal Gui Bei Yu 27088 yang mereka tumpangi berupaya melarikan diri dari kejaran kapal frigat KRI Oswald Siahaan-354.
Kedelapan warga Cina itu diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna. Mereka kini menjalani proses hukum di Pangkalan AL di Ranai, Kepulauan Riau. Insiden serupa pernah terjadi pada Maret lalu. Atas kejadian itu, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memanggil kuasa usaha Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta pada 19 Maret lalu. Dalam kesempatan itu, Menlu Retno sekaligus menyampaikan nota protes terkait aksi kapal penjaga pantai Tiongkok di Laut Natuna.
Beberapa jam kemudian, Kementerian Luar Negeri Tiongkok membantah bahwa kapal penjaga pantainya telah memasuki wilayah perairan Indonesia. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here