Pemilih Dalam Pemilu 2014 Masih Mudah Tertipu

Jakarta, Jia Xiag – Sosiolog dari Universitas Nasional (Unas) Nia Elvina, M.Si mengemukakan bahwa keinsyafan politik rakyat Indonesia perlu terus dibangun seiring dengan momentum Pemilu 2014.

Jika upaya ini diabaikan, maka rakyat Indonesia pada Pemilu 2014 ini akan mudah tertipu oleh semboyan kosong. Mereka juga akan cepat marah, apabila menurut perasaannya orang yang dipilihnya jadi anggota DPR tidak melakukan kemauannya.

“Rakyat semacam ini mudah gelisah dalam sikapnya, mudah bolak balik, tertarik ke sini dan ke sana,” katanya di Jakarta, Senin (24/2/14).

Ia mengatakan jika dikaji secara mendalam mengapa rakyat Indonesia banyak mengutus anggota DPR yang sebenarnya bukan jadi wakilnya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya keinsyafan politik rakyat sendiri.

“Konsekuensinya, adalah rakyat kita tidak dapat melakukan kedaulatannya,” kata anggota Kelompok Peneliti Studi Perdesaan Universitas Indonesia (UI) itu.

Menurut dia, negara sudah memutuskan sistem demokrasi Pancasila sebagai sistem pemerintahan. “Tentunya kedaulatan rakyat menjadi basisnya, untuk itu dibutuhkan keinsyafan politik rakyat Indonesia,” katanya.

Hanya dengan keinsyafan politiklah, katanya, dapat timbul rasa tanggung jawab, yang menjadi tiang pemerintahan rakyat. Untuk itu, kata Sekretaris Program Sosiologi Unas itu, pemerintah dan partai politik harus bersama-sama dan sungguh-sungguh untuk memberikan pendidikan politik kepada rakyat. [W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here