Pemprov DKI Akan Realisasikan Bantuan Dana ke Perguruan Tinggi

Ahok, Gubernur DKI Jakarta, (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Pemprov DKI Jakarta telah mewacanakan akan memberikan dana sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan, dengan harapan, agar warga Jakarta pemegang Kartu Jakarta Pintar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat terealisasi.Sebelumnya program seperti ini tidak pernah ada, ujar Ahok, sapaan gubernur DKI Jakarta, di Monas, Senin (2/5/16). Dalam perjalanannya, sekarang banyak ditemui anak-anak yang patah semangat, sebab mereka merasa tidak mampu secara ekonomi, walaupun pintar belajar, sehingga untuk masuk perguruan tinggi negeri pun, belum tentu ada biaya hidup. Jadi, ungkap Ahok, dengan Rp 1,5 juta anak-anak ini diharapkan bisa kuliah di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto pernah menjelaskan bahwa ada 2.885 siswa kelas XII pemegang KJP yang akan menerima tunjangan pendidikan ke perguruan tinggi negeri setelah mereka lulus. Tunjangan senilai Rp 1,5 juta per bulan dengan rincian Rp 600 ribu diberikan untuk pembayaran uang kuliah dan sisanya untuk living cost. Untuk mensukseskan program ini Pemda DKI bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi untuk pembayaran kuliah ke kampus-kampus.
Anggaran KJP mahasiswa itu berasal dari dana KJP 2016 sebesar Rp 2,5 triliun. Ada kelebihan dana KJP yang yang bisa digunakan untuk tunjangan tersebut, ungkap Kepala Dinas Pendidikan DKI.
Sementara itu di bagian lain, Gubernur DKI Jakarta akan meluncurkan Kartu Jakarta One pada bulan Juni mendatang. Kartu ini salah satunya akan digunakan dalam mengatasi tingginya harga kebutuhan pokok di pasar.
Basuki yang akrab disapa Ahok mengatakan, pihaknya tengah membahas bagaimana caranya untuk memberikan kemudahan warga tidak mampu mendapatkan makanan bergizi. Sebelum Kartu Jakarta One hadir pada bulan Juni mendatang, rencananya operasi pasar akan menggunakan Kartu Jakarta Pintar.
Menurut Ahok, sapaan gubenur DKI Jakarta, dengan diluncurkannya Kartu Jakarta One ini, maka Pemerintah Provinsi DKI ingin ingin semua operasi pasar itu mengarah ke non tunai. Dampak ke depannya diharapkan pendidikan di Jakarta juga akan semakin baik. “Ada Kartu Jakarta Pintar, ada BPJS kesehatan, bahkan untuk anak sekolah yang tidak mampu,” ungkap Ahok. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here