Pemprov DKI Akan Terus Tambah Jumlah Bus

Bus Transjakarta. (Foto: JX/Dok)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berharap warga Jakarta dapat bersabar menghadapi kemacetan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah berupaya menuntaskan persoalan kemacetan secara bertahap.

Salah satu caranya yang dilakukan oleh melalui BUMD DKI,  PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta), yaitu  menambah jumlah angkutan bus untuk menunjang program Bus Rapid Transit (BRT) di Jakarta.  Adapun pembangunan BRT dilakukan sambil menunggu Light Rail Transit (LRT) selesai pada 2018 dan Mass Rapid Transit (MRT) yang menurut perkiraan akan selesai pada 2019.

“Tunggu dong, ini lagi bangun LRT dan MRT. Kamu lebih puas mana, mau saya beli bus semua dari luar negeri langsung,  (sejumlah-Red) tiga ribu? atau tunggu karoseri bisa hidup?,” tanya Ahok, sapaan karib Basuki, usai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Akasia, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/16).

Menurut Ahok, Transjakarta sudah memesan bus dari karoseri lokal,  dan tidak membeli bus dari luar negeri. Hal itu, diharapkan dapat menghidupi industri  karoseri di Indonesia. “Gara-gara kita (DKI-Red), sekarang industri karoseri pada hidup semua,” lanjut dia.

Daerah Ungaran, Jawa Tengah, menjadi salah satu kota yang memproduksi karoseri.  Saat ini, menurut Ahok, Ungaran sehari dapat memproduksi karoseri satu bus gandeng.  ” Ungaran bisa produksi (bus-Red) yang gandeng sehari satu,” papar Ahok.

Dulu, Ungaran tidak berani memproduksi karoseri,  karena kalah pamor dengan produk bus dari Tiongkok.  “Dulu dia nggak berani produksi, karena selalu kalah sama bus Cina,” ungkap Ahok sambil menambahkan, saat ini selain Ungaran, Kota Malang, Kudus, Magelang sudah mulai memproduksi bus. [JX/Cka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here