Pemprov DKI Akan Tetapkan Tarif Taksi Berbasis Online

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Dok JX)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, pihaknya akan menetapkan tarif yang sesuai untuk taksi berbasis aplikasi atau online. Nanti tarif tersebut akan diatur sesuai dengan kondisi pasar.
Menurut Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI, saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Kamis (24/3/16), pemprov akan bertindak adil dan tarif taksi online tersebut akan diatur.
Karena itu, Ahok menambahkan bahwa pihaknya tidak akan melarang GrabCar dan Uber. Namun yang jelas Pemprov DKI masih mendalami aturan untuk transportasi berbasis aplikasi daring atau online itu. “Uber atau GrabCar boleh, taksi juga boleh. Yang penting sesuai aturan,” tegasnya.
Keputusan transportasi ilegal dari Kementerian Perhubungan, tegas Ahok, masih perlu dicermati, sebab selama ini transportasi online tersebut sudah menjad alternatif bagi masyarakat.
Dua hari lalu, tepatnya Selasa (22/3/16) para pengemudi taksi konvensional menggelar aksi unjuk rasa yang berujung aneka aksi anarkis, sehingga merugikan banyak pihak. Para supir taksi ini merasa dirugikan dengan beroperasinya taksi berbasis online yang nyata-nyata mengurangi pasar taksi konvensional itu, dan berujung berkurangnya penghasilan merea. Mereka, bahkan merasa bahwa taksi berbasis online ini beroperasi secara ilegal.
Akibat dari aksi anarkis tersebut, pemerintah DKI mengultimatum kepada 34 perusahaan taksi, akan dicabut mereka, bila tidak menindak tegas para pengemudi mereka yang terlibat aksi anarkis tersebut. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here