Pemprov DKI Akan Tindak Atribut Kampanye Tak Sesuai Aturan

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menindak tegas atribut kampanye yang menyalahi aturan. Ia mengatakan atribut kampanye seperti baliho pasangan calon, dapat di tempatkan sesuai dengan yang disepakati oleh Komisi Pemilihan Umum (Pemilu).

Prinsip Pemprov DKI pada saat Pemilu adalah mengikuti aturan yang ditetapkan oleh KPU. Jika nantinya atribut kampanye pasangan calon berada di tempat yang tidak termasuk dalam daftar lokasi pemasangan atribut, pasti akan dicopot paksa.

“Prinsip kami sederhana, KPU yang akan tentukan titik. Kalau di luar (titik) itu, pasti kita bongkar,” kata Ahok, sapaan karib Basuki, di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/10/16).

Menurut dia, ketentuan itu sudah disepakati sebelumnya oleh pihak Pemprov DKI dengan KPU dan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ahok juga meyakini tim sukses Cagub dan Cawagub DKI sudah mengetahui hal tersebut.

Selain itu, dia juga yakin, paslon kandidat tidak ingin kota yang akan dipimpin oleh mereka kotor karena atribut kampanye yang tidak sesuai penempatannya. “Saya yakin, calon lain juga tidak mau mengotori Jakarta kok,” tegas Ahok.

Diketahui sebelumnya, waktu kampanye Pemilihan Kepala Daerah DKI akan berlangsung pada 28 Oktober 2016 – 11 Februari 2017. Untuk menghindari atribut yang tidak sesuai aturan, Pemprov DKI memiliki Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum. Dalam Perda itu disebutkan, penertiban atribut kampanye di titik terlarang.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here