Pemuda Katolik Surabaya Dukung Penetapan 1 Juni Harlah Pancasila

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (tengah) menghadiri talk show kebangsaan di di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. (Foto: JX/ Budiarie Satriyo)

SURABAYA, JIA XIANG – Jajaran Pemuda Katolik di Surabaya dan Sidoarjo dengan tegas meminta agar jangan sampai ada pihak-pihak tidakbertanggung jawab yang dengan sengaja menganggu Pancasila.

Penegasan itu diungkapkan dalam bentuk talkshow kebangsaan bertajuk  Jangan Ganggu Pancasila yang digelar, Minggu (12/6/2016). Kegiatan inijuga dalam rangka menindaklanjuti penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran (Harlah) Pancasila oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Dalam talkshow yang digelar di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dan dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf itu, mendatangkan tiga narasumber, yaitu  anggota DPR RI, Eva Kusuma Sundari, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD), Aan Anshori, dan Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Jawa Timur, Agatha Retnosari.

Ketua Panitia, Andreas Erick Lega, mengatakan, acara ini untuk memberikan semangat kepada pemuda supaya bersama-sama menjaga Pancasila dari kelompok yang anti Pancasila.

“Pancasila adalah dasar negara, pedoman hidup, jiwa dan kepribadian bangsa, sumber hukum, cita-cita bangsa dan pandangan hidup. Pemuda Katolik adalah organisasi yang berazaskan Pancasila dan cinta Indonesia,” ujar pria yang juga menjabat Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Surabaya itu.

Mereka juga terus berusaha mengamalkan nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat, salah satunya dengan talkshow yang dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Sedangkan Eva Sundari mengatakan, talkshow tersebut menjadi wadah kaum muda untuk mengawal Pancasila dari segala ancaman. “Saat ini di seluruh Indonesia ada 980 Perda diskriminatif. Perda ini sebagian besar menjadikan perempuan dan anak sebagai obyek kebijakan pemerintah daerah,” terang kader PDI Perjuangan ini.

Rektor UKWM, Kuncoro Foe, mengatakan acara tersebut sesuai dengan visi universitas untuk membentuk komunitas akademik reflektif berbasis Pancasila. “Pancasila butuh untuk digaungkan sehingga keadilan sosial di negeri ini kembali terwujud. Namun tentu tidak bisa instan, harus perlahan-lahan agar hasilnya juga maksimal,” ujarnya. [JX/Bas/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here