Penderita Diabetes di Cina Naik Empat Kali Lipat

(Foto: JX/Ist)

BEIJING, JIA XIANG – Tingkat prevalensi penderita diabetes di Cina meningkat empat kali lipat dalam satu dekade terakhir.  Diperkirakan jumlah penderita itu mencapai 100 juta orang, angka ini lebih banyak di banding negara-negara lain di dunia, tetapi jumlah mereka yang meninggal akibat diabetes tidak diketahui.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti dari Universitas Oxford  dan Universitas Peking memeriksa hubungan antara diabetes dengan tingkat kematian pada 500.000 orang dewasa di 10 wilayah di seluruh Cina , termasuk lima daerah pedesaan dan lima kota.

Para partisipan itu direkrut antara tahun 2004 dan 2008, serta disusul sampai tahun 2014, untuk mengetahui penyebab khusus kematian.

Pada awal studi ini, enam persen orang sudah menderita diabetes, termasuk empat persen yang tinggal di pedesaan dan enam persen di kota.  Tiga pesen dari penderita diabetes ini, sebelumnya sudah didiagnosa dan tiga persen lainnya masih tahap pemeriksaan.

Para peneliti menemukan bahwa penderita diabetes sudah dua kali berisiko meninggal selama periode berikutnya dalam dibandingkan pasien studi lainnya. Dan risiko ini ternyata lebih tinggi dialami orang yang tinggal di pedesaan dibanding kota.

Studi ini memperlihatkan pula bahwa risiko meninggal penderita diabetes  meningkat juga, bila dilihat dari kondisi yang lebih luas, termasuk juga disebabkan oleh komplikasi penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, sakit liver, infeksi, dan kanker liver, pankreas dan payudara.

Para peneliti juga memperkirakan bahwa para penderita berusia 25 tahun kemungkinan meninggal sebesar 69 persen, sedangkan mereka yang berusia 50 tahun hanya sebesar 38 persen.

Margaret Chan, Direktur Jenderal  Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan, studi ini adalah bukti nyata dari adanya satu penyakit khusus dan komplikasi yang menyebabkan kematian diantara penduduk Cina yang mengidap diabetes.

Pola penyebab kematian menurut studi ini menunjukkan pada kelemahan-kelemahan pada manajemen klinis penyakit diabetes, khususnya di wilayah pedesaan, dan faktor efektivitas intervensi dalam pencegahan, ungkap WHO.

Tetapi Chan mencatat bahwa Cina kini tengah menjalani reformasi besar dalam sistem kesehatan selama 10 tahun terakhir, meningkatkan sistem perawatan kesehatan primer dan melatih sejumlah besar dokter keluarga. [JX/Xinhua/Eka]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here