Peneliti Australia “Hidupkan” Kembali Dinosaurus

Leaellynasaurus (Foto: JX/BBC)

MELBOURNE, JIA XIANG – Para peneliti di Australia ternyata mampu menghidupkan kembali dinosaurus  yang disebut –Wallaby- sudah punah sekitar  selama 100 juta tahun lalu.

Sebuah tim peneliti pada Universitas Deakin menggunakan pendekatan pertama kombinasi teknologi printing virtual reality (VR) dan printing atau pencetak tiga dimensi   untuk menciptakan kembali wallaby- seperti leaellynasaurus, dinosaurus asli Australia.

Para pakar palaeontologi di sebuah situs di selatan-barat negara itu dekat Great Ocean Road telah menemukan lebih dari 200 pecahan rangka  dinosaurus dan tulang belulang mamalia hanya dalam 12 hari.

Sementara itu, mekatronik mahasiswa  dari Deakin menggunakan tulang leaellynasaurus untuk menemukan model 3D  dinosaurus pada komputer yang akhirnya akan dicetak.
Ketika selesai, proyek ini akan ditampilkan di Museum National Wool Geelong, yang digambarkan sebagai dunia pertama.

Para ahli dari Reality Lab Virtual Deakin kemudian akan menciptakan pengalaman VR untuk membuat model 3D-cetak taktil dari dinosaurus tampak nyata.

Ben Hornan, co-founder dari proyek itu, mengatakan dia berharap pengalaman ini  akan menambah pengetahuan masyarakat umum tentang dinosaurus yang pernah menjelajahi Australia.

“Kami sedang melihat bagaimana kita dapat menggunakan virtual reality dan printing 3D untuk membantu dengan memberikan pengalaman pendidikan dalam konteks museum,” kata Hornan pada Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Jumat.

“Dinosaurus adalah sesuatu yang menggairahkan kebanyakan orang, termasuk saya sendiri. Jadi kami pikir pencetakan 3D dinosaurus dan virtual reality akan menjadi kombinasi yang hebat.”

Leaellynasaurus adalah herbivora kecil dan dengan demikian dipahami dinosaurus pemalu, sehingga peserta yang menggunakan gelas VR, namun harus berhati-hati.

“Hewan ini mungkin akan menjadi sedikit khawatir pada  orang-orang yang datang ke hutan dan mengambil gambarnya. Jadi Anda tidak perlu merasa takut, Anda mungkin harus sedikit berhati-hati untuk tidak menakut-nakuti dinosaurus karena itu dia akan mencari apa pun yang  membahayakannya,” kata Hornan. [JX/Globaltimes/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here