Penjualan Pernak-Pernik Imlek Meningkat

Jakarta, Jia Xiang – Jelang perayaan tahun baru Imlek 2565 (31 Januari 2014), penjualan pernak-pernik dan asesoris menyambut Imlek melonjak tajam. Di sejumlah toko dan pusat perbelanjaan di Bandarlampung, penjualan meningkat hingga 150 persen.

“Biasanya memang meningkat, apalagi semakin dekat dengan perayaan Imlek, bisa lebih tinggi lagi,” kata pemilik salah satu toko pernak-pernik Imlek, Yo Ching, di Telukbetung Bandarlampung, Senin (27/1/14).

Menurut Yo Ching, barang yang paling banyak dibeli warga yang merayakan Imlek, yakni lilin, kue tutun, dan hio beraneka aroma, selain amplop angpau dan berbagai peralatan sembayang. Peningkatan pembelian pernak-pernik Imlek sejak sepekan menjelang perayaan Imlek, dan akan mencapai puncaknya tiga hari menjelang perayaan.

Yo Ching menjelaskan, semua pernak-pernik yang ada di tokonya, seperti amplop angpau, uang kertas, dan arak, didatangkan khusus dari China dan Taiwan, sedangkan untuk hio, kue tutun, dan lilin berasal dari dalam negeri.

Semarak perayaan Imlek sangat terasa di sejumlah pasar di kawasan Telukbetung Utara, yang merupakan kawasan Pecinan di Bandarlampung. Selain di sejumlah toko di Telukbetung Utara, penjualan pernak-pernik Imlek juga marak di sejumlah pusat perbelanjaan di Bandarlampung.

Pada salah satu pusat perbelanjaan milik pengusaha lokal, Chandra Superstore, kemeriahan tahun baru Imlek sudah terasa sejak sepekan terakhir. Sejumlah barang yang laris dibeli di Chandra Superstore adalah kembang api, dupa, hiasan lampion, dan kertas angpau.

Di Bandung, Jawa Barat, penjualan pernak-pernik atau hiasan Imlek seperti lampion dan lainnya di kawasan pertokoan Jalan Cibadak Bandung mengalami peningkatan. Sejak tahun baru 2014 sampai sekarang, naik sekitar 20 persen. Rata-rata untuk hiasan rumah dan kelenteng.

Novi pemilik Toko Sami Jaya di kawasan Cibadak Bandung,  mengatakan berbeda dengan penjualan hiasan, untuk penjualan kue kering yang biasanya disajikan sebagai camilan untuk hari raya tidak terlalu signifikan peningkatannya.

“Ada kenaikan tapi biasa aja kalau kue kering. Justru kalau imlek buah-buahan yang banyak peminatnya,” katanya.[Ant/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here